Sosialisasi bagi 70 sopir dan pengusaha PO se-Kabupaten Malang sebagai langkah konkret Dishub dalam merangkul peran mereka dalam sektor pariwisata. (Nana)

Sosialisasi bagi 70 sopir dan pengusaha PO se-Kabupaten Malang sebagai langkah konkret Dishub dalam merangkul peran mereka dalam sektor pariwisata. (Nana)



Pariwisata berbasis masyarakat yang jadi basis pembangunan di Kabupaten Malang di sektor yang jadi primadona saat ini tidak bisa lepas dari keberadaan para sopir maupun pengusaha otobus (PO).

Keberadaan mereka akan menjadi daya dukung dalam pembangunan pariwisata berbasis lingkungan. Tak terkecuali di Kabupaten Malang. Sayangnya, keberadaan para sopir belum tersentuh maksimal dinas terkait.

Hal inilah yang membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang kembali terjun dalam mendukung optimalisasi pariwisata. Merangkul para sopir dan pengusaha PO dalam berbagai kegiatan dengan tujuan agar mereka juga menjadi bagian pelaku di sektor pariwisata Kabupaten Malang.

Setelah beberapa waktu lalu digelar, kini sekitar 70 sopir dan pengusaha PO kembali dirangkul dan dikuatkan posisinya oleh Dishub Kabupaten Malang dalam acara sosialisasi peningkatan pelayanan angkutan. Baik yang ditujukan spesifik di sektor pariwisata maupun pada fungsi pelayanan mereka sebagai sopir di wilayah Kabupaten Malang.

Plt Bupati Malang Sanusi yang membuka acara memberikan apresiasi dan pentingnya acara yang diinisiasi oleh Dishub Kabupaten Malang. Politikus PKB ini mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Pasalnya, sektor perhubungan mempunyai peran ganda, yaitu sebagai penunjang sekaligus penggerak roda pembangunan. 

"Atas dasar itu, pembangunan sektor perhubungan selalu berorientasi untuk memudahkan pergerakan serta berpihak kepada kepentingan masyarakat dan lingkungan yang terjaga. Lewat acara ini, saya harap para sopir dan pengusaha PO lebih meningkatkan pemahaman dan persepsinya atas orientasi sektor perhubungan," ucapnya, Selasa (27/08/2019).

Tidak hanya berhenti  di fungsi pelayanan angkutan umum, para sopir yang memiliki 36 trayek saat ini serta sekitar 25 PO yang ada di pacu dan dilibatkan secara langsung dalam sektor pariwisata.

Sampai saat ini, hal tersebut kerap tidak terpikirkan dalam proses pembangunan pariwisata di Kabupaten Malang. Pembangunan wisata fokus pada promosi dengan berbagai duta wisata, kelompok sadar wisata dan elemen lain. Tapi tidak secara khusus dan berkelanjutan membangun keberadaan para sopir angkutan umum.

Padahal, lanjut Sanusi, keberadaan mereka bisa jadi bagian dalam mendukung sektor pariwisata sekaligus program pengentasan kemiskinan. Saat ini khususnya para sopir angkutan pedesaan semakin kembang-kempis mengais rezeki dengan maraknya moda transportasi online maupun sepeda motor.

"Hal ini tentu perlu dipikirkan juga. Melalui pelibatan para sopir di sektor pariwisata akan membuat dua program kita bisa diwujudkan. Dari sekadar antar penumpang diajak bersama menjadi guide wisata," ujar Sanusi..

Tentunya, lanjut Sanusi, untuk menuju ke sana diperlukan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk merangkul mereka. Juga memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman atas kepariwisataan kepada para sopir dan pengusaha PO.

"Dishub telah beberapa kali melakukan itu. Sehingga tentunya perlu ditindaklanjuti lagi. Ini langkah konkret yang perlu dilanjutkan untuk mewujudkan optimalisasi pariwisata yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, kegiatan yang dilakukannya merupakan tindak lanjut acara yang pernah dilakukannya kepada para sopir dan pengusaha PO. Tujuan besarnya memang para sopir dan pengusaha PO bisa menjadi bagian dari pelaku pariwisata yang jadi program strategis Kabupaten Malang.

"Tujuan besarnya ke sana. Selain tentunya tidak melepas tupoksi Dishub sendiri, yaitu meningkatkan disiplin dalam berlalulintas dan mengedepankan etika dan perilaku berkendaraan di jalan raya," ucap mantan kepala BPBD Kabupaten Malang.

Selain hal tersebut, Lutfi berharap banyak juga para sopir dan pengusaha PO bisa menjadi juru kampanye dalam keselamatan dan keamanan berlalu lintas itu sendiri. "Dengan sikap itu, maka masyarakat akan kembali menggunakan angkutan umum. Selain hal itu, kami  juga berupaya mendukung sektor pariwisata," lanjutnya.

Lewat kegiatan konkret Dishub Kabupaten Malang, 70 sopir dan pengusaha PO digembleng juga terkait pemahaman kepariwisataan. "Sehingga nantinya seperti yang disampaikan Pak Plt Bupati Malang, mereka juga bisa didayagunakan di sektor pariwisata," pungkas Lutfi.

 


End of content

No more pages to load