Adi Sutarwiyono (Google)

Adi Sutarwiyono (Google)



Para Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Surabaya di tingkat kecamatan berharap agar segera ada kebijakan strategis yang dikeluarkan dari tingkat DPC PDIP. Terutama dari para pengurus anyar. Karena hingga saat ini para pengurus PAC masih menunggu adanya transformasi ke bawah dari hasil Kongres DPP PDIP ke V di Bali sebelumnya.

"Belum ada (kebijakan strategis, red)," kata Ketua PAC Kecamatan Genteng, H. Jupri.

 Ia mengatakan, sosialisasi hasil kongres menyangkut strategi politik di tingkatan bawah begitu penting. Pasalnya, kebijakan-kebijakan menyangkut kongres kemarin akan dilakukan di tingkatan Ranting dan Anak Ranting. Termasuk persiapan menghadapi Pilwali Surabaya 2020.

Jupri menerangkan, sesuai mekanisme partai seyogyanya DPC segera melakukan sosialisasi. Mengumpulkan seluruh PAC. "Supaya kita tidak salah melangkah. Jangan diam-diam konsolidasi sendiri," tegas dia.

Berdasar informasi yang dihimpun, terakhir DPC mengumpulkan seluruh PAC pada 21 Juli, di Hotel Sahid Surabaya. Sebelum pelaksanaan Kongres dilakukan. Sesudahnya, tidak ada informasi lebih lanjut. Dalam konsolidasi hanya beberapa pengurus PAC yang datang. Sebab, pemberitahuan yang disampaikan hanya melalui grup Whatsapp. Sehingga, muncul rasan-rasan di tingkat bawah adanya DPC Online.

 Itu dibenarkan oleh Sekretaris PAC Krembangan, Margono. "Yah itu omongannya anak-anak. Karena sampai saat ini saja tidak punya Sekretariat. Bagaimana mau bisa melakukan konsolidasi," terang dia.

Margono menyatakan, kondisi tersebut dinilai salah kaprah dan tidak mengikuti mekanisme partai. "PDI Perjuangan itu partai politik, bukan kelompok arisan online," ucap dia.

Terpisah dikonfirmasi Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan proses sosialisasi akan segera dilakukan. Namun, masih menunggu proses finalisasi. "Proses finalisasi ini kan dari DPD," ujarnya.

Legislator komisi A DPRD Surabaya ini menambahkan, proses finalisasi hasil Kongres kemarin adalah terus membumikan Pancasila dalam segala aspek.

Politisi mantan wartawan ini menuturkan, setelah proses finalisasi dilakukan barulah akan diteruskan kepada PAC. Awi - Sapaan Adi Sutarwijono - membantah jika kepengurusannya melakukan konsolidasi sembunyi-sembunyi atau bahkan via online (Whatsapp)."Engga kami rapat terus kok," katanya.

Hanya saja, Awi mengakui saat ini kepengurusannya belum memiliki kantor sekretariat. Alasannya, untuk kantor lama di Jalan Kapuas telah habis masa kontrak dan tidak mampu dilanjutkan. "Iya kemarin itu sudah habis masa kontrak. Kami masih membentuk tim guna mencari sekretariat yang baru," ungkap Awi.


End of content

No more pages to load