Kekeringan di Kabupaten Malang menurun secara kuantitas wilayah, tapi BPBD tetap siaga melakukan pemantauan di berbagai wilayah kekeringan (Ist)

Kekeringan di Kabupaten Malang menurun secara kuantitas wilayah, tapi BPBD tetap siaga melakukan pemantauan di berbagai wilayah kekeringan (Ist)



Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan, saat ini Provinsi Jawa Timur (Jatim) memasuki puncak musim kemarau sesuai pantauan peta monitoring hari tanpa hujan. Musim kemarau diprediksi juga akan melanda sampai Oktober mendatang.

Tak terkecuali dengan Kabupaten Malang yang juga dilanda musim kemarau dan berakibat pada kekeringan di sejumlah desa di berbagai kecamatan.

Walau di tahun ini, kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Malang, terhitung berkurang dibanding dengan tahun-tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang tetap bersiaga sampai musim kemarau selesai.

Hal ini terlihat dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang yang mencatat, sampai saat ini pihaknya baru melayani permintaan distribusi air bersih di tiga kecamatan langganan kekeringan.

"Sekitar 4 desa lebih yang meminta untuk kebutuhan air bersih dan sudah kita distribusikan sampai saat ini," kata Bambang Istiawan Kepala BPBD Kabupaten Malang, Jumat (23/08/2019).

3 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Pagak, dan Kecamatan Donomulyo. 3 Kecamatan yang masuk dalam wilayah merah di 7 kecamatan yang setiap tahun dilanda kekeringan, yaitu Kalipare, Jabung, Singosari, Lawang, dan Sumberpucung.

Walaupun masih 3 kecamatan dan sekitar 4 desa yang sampai saat ini dilanda kekeringan, BPBD Kabupaten Malang menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif di berbagai wilayah yang masuk dalam warna merah kekeringan. Apalagi, lanjut mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Malang ini, musim kemarau masih diprediksi panjang di tahun ini.

"Jadi kita tetap melakukan pemantauan, sehingga bila ditemukan wilayah kekeringan kita bisa meresponnya dengan cepat. Jadi tidak menunggu adanya permintaan tertulis saja dari desa," ujar Bambang.

Bambang juga menyatakan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi musim kemarau tahun 2019 ini. Dimana BPBD juga menggandeng Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, PMI, Perumda Tirta Kanjuruhan dan Bakorwil untuk bantuan armada penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

Walau masih masuk musim kemarau, hujan di beberapa lokasi sudah terjadi. Meskipun dengan curah sangat kecil. Hal ini juga sesuai prediksi BMKG yang mengatakan, distribusi curah hujan dasarian I Agustus 2019 di Provinsi Jatim seluruhnya dalam kriteria rendah 0 - 50 mm.

"Distribusi sifat hujan dasarian I Agustus 2019 di Provinsi Jatim pada umumnya dalam kriteria di bawah normal. Kriteria di atas normal hanya terjadi di sebagian kecil Kabupaten Trenggalek," ucap Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto.

Kesigapan BPBD Kabupaten Malang dalam mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah kekeringan juga untuk meminimalisir dampak yang lebih merugikan masyarakat. Misalnya, ancaman gagal panen yang mengintai warga di Sumbermanjing Wetan atau dampak susulan lainnya yaitu penyakit.


End of content

No more pages to load