21 ribu anak TK, guru dan wali murid senam meraih bintang dan mendapat apresiasi Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (Humas Pendidikan for MalangTIMES)

21 ribu anak TK, guru dan wali murid senam meraih bintang dan mendapat apresiasi Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (Humas Pendidikan for MalangTIMES)



Kolaborasi apik puluhan ribu manusia, tepatnya 21.294 orang di lapangan Kanjuruhan, Kepanjen, akan membuat siapapun terpesona melihatnya. Puluhan ribu orang yang terdiri dari guru, siswa dan wali murid se-Kabupaten Malang tersebut secara rancak memperagakan senam masal Meraih Bintang. 

Koreografi senam pun terlihat dinamis dengan gerak sederhana, tapi terlihat indah dan kompak diperagakan oleh seluruh guru, siswa dan wali murid dari taman kanak-kanak (TK) ini.

Decak kagum dan kebanggaan terlihat dari para pejabat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Malang yang hadir sebagai tamu kehormatan di podium. Seperti Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan beserta jajaran dan tamu undangan lainnya.

"Kami mengapresiasi kegiatan ini. Ini bisa jadi sarana efektif untuk dijadikan wahana pendidikan dan kreativitas. Sangat bagus dan membantu perkembangan minat, bakat, dan rasa kebersamaan antar sesama teman, guru dan wali murid itu sendiri," puji Didik menberikan apresiasinya dengan berbagai tampilan menakjubkan dari puluhan ribu orang dalam acara HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Malang ke-69 dan Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.

Didik juga melanjutkan, kegiatan senam masal meraih bintang serta kegiatan lainnya, bisa jadi ruang pembentukan karakter mandiri bagi para siswa TK. Dimana, pembentukan karakter yang dimulai sejak dini, akan sangat berperan besar dalam pertumbuhan anak-abak sebagai generasi penerus bangsa.

"Selain tentunya ini jadi media entertain edukatif yang menyehatkan khususnya bagi guru dan siswa. Dimana, ini bagian dari bentuk gerakan hidup sehat yang juga jadi program Pemkab Malang," ujarnya. 

Tak kalah penting, momen itu juga akan mendorong anak-anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya secara langsung di tengah perkembangan teknologi yang mempengaruhi anak-anak menjadi pribadi individual karena pengaruh penggunaan gadget.

M Hidayat pun mengatakan, kegiatan yang telah dilakukan oleh puluhan ribu siswa, guru dan wali murid TK itu memperlihatkan semangat kebersamaan. Semangat yang memang perlu terus dikobarkan untuk mewujudkan generasi emas dalam dunia pendidikan di Kabupaten Malang.

"Luar biasa semangatnya dan ini yang harus terus dijaga untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dengan siswa yang berkarakter baik juga. Kita sangat mengapresiasinya dan akan tetap memberikan support untuk tujuan-tujuan besar dalam pendidikan untuk kepentingan masa depan," ujarnya.

Terpisah, Sunarti Sulistyowati selaku Ketua Pelaksana agenda Hari Anak Nasional dan HUT ke-69 IGTKI - PGRI menyatakan, agenda tersebut memang diproyeksikan ke arah menumbuhkan hal-hal positif bagi pertumbuhan jiwa siswa dan hubungan harmonis antara guru, wali murid dan para pelajar.

"Maka agenda kegiatan dirancang dengan filosofi ke situ. Ada poin-poin dalam merayakan hari jadi dan hari anak nasional dengan muatan yang jadi tanggungjawab kita sebagai pendidik yaitu pendidikan karakter," ujar pengurus IGTKI - PGRI Kabupaten Malang ini.

Senam masal meraih bintang, misalnya, lanjut Sunarti, adalah bagian dalam menguatkan proses panjang pendidikan karakter bagi siswa dan juga para guru. Serta bagaimana menciptakan hubungan harmonis yang saling melengkapi antara tiga elemen dalam mewujudkan generasi emas di Kabupaten Malang.

"Pak Sekda menyatakan, keberhasilan pendidikan tidak hanya di pundak guru saja. Tapi seluruh pihak, baik wali murid, lingkungan dan lainnya. Ini yang terus kita perjuangkan," pungkas Sunarti.

 


End of content

No more pages to load