Tiga pelaku pencurian dump truck
Tiga pelaku pencurian dump truck

Satreskrim Polres Trenggalek berhasil meringkus tiga pelaku tindak pidana pencurian Dump Truck di jalan raya sebelah selatan terminal Durenan, Kabupaten Trenggalek. Korban sempat disekap dan disandera, beruntung korban bisa kabur dengan melompat dari dalam mobil yang tengah melaju.

Ketiga pelaku yakni Sumarno (71) warga Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Heru Susanto (33) warga Desa Anjirsrapat, Kecamatan Anjirsrapat, Kabupaten Kapuas, dan Adi Lutfi (31) warga Desa Melatijaya, Kecamatan Sumedawe Timur, Kabupaten Oku timur Palembang.

Ketiga pelaku diamankan, lantaran diduga kuat telah merampas sebuah dump truk milik Moh. Erik Rikiawan warga Kabupaten Kediri. Akibat perbuatan para pelaku, korban mengalami kerugian hingga Rp 200 juta.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S menerangkan, kejadian bermula pada (31/07/19) saat itu pelaku berpura-pura menyewa dump truck milik korban. Merasa cocok dengan harga yang ditawarkan, korban bergegas menuju lokasi sesuai kesepakatan yakni selatan terminal Durenan, Kabupaten Trenggalek.

"Sesampainya di TKP, korban diminta menurunkan muatan pasir dan tiba-tiba pelaku langsung menyekap korban dengan melakban kedua tangan, kaki, mulut, dan mata dibawah todongan senjata api. Setelah korban dapat dilumpuhkan, para pelaku lantas membawa kabur dump Truck Mitsubishi Canter sambil menyandra korban," terang Didit Selasa, (20/08/19).

Ditambahkan Didit, mendengar rencana pelaku akan membunuh korban, selanjutnya korban memberanikan diri melompat dari dalam mobil di Jalan raya Desa Bogo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. “Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan Polres Trenggalek bekerjasama dengan Polres Sragen, akhirnya berhasil menangkap para pelaku pada Jumat (09/08/19) di perbukitan Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah,” ungkap Didit.

Masih Didit, barang bukti truk Mitsubishi Canter Nopol BM 8847 TD ditemukan petugas di tepi jalan Dusun Pijetan, Desa Palangbesi, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. “Untuk penadahnya sampai saat ini masih dalam proses pengejaran (DPO). Sedangkan para pelaku akan dikenakan pasal 365 Ayat (1) KUHP. Tentang Pencurian dengan kekerasan yang diancam dengan pidana maksimal 9 tahun penjara," pungkas Didit.