Pria yang tega menghajar kakak kandungnya gara-gara warisan.

Pria yang tega menghajar kakak kandungnya gara-gara warisan.



Gara-gara warisan, seorang pria di Banyuwangi harus mendekam di  penjara. Pasalnya, pria bernama Aji Siswanto (54), warga Jl Banterang No 35, Kelurahan Kampung Melayu, Banyuwangi, ini nekat menganiaya kakak kandungnya. Tak terima dengan perlakuan adiknya, sang kakak, Retno Sulistiyas (58), melaporkannya ke polisi.

Peristiwa penganiayaan antara adik dan kakak kandung ini terjadi pada Rabu (5/8/19). Sekitar pukul 04.30 WIB, korban yang berada di dalam rumah dihampiri pelaku. "Pelaku menghampiri korban sambil marah-marah," kata Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Ipda Nurmansyah, Selasa (20/8/19).

Selanjutnya, Aji memukuli Retno dengan menggunakan tangan kanan. Korban juga dicakari pelaku. Ketika itu, adik korban yang lain sempat melerai mereka. Namun tidak digubris oleh pelaku. 

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di wajah sebelah kanan dan kiri hingga bengkak. Korban juga mengalami luka lecet pada tangan kanan akibat terkena cakar dari terlapor.

Tak terima dengan perlakuan adiknya, Retno melaporkan kejadian itu ke Polsek Banyuwangi. Polisi pun melakukan penyelidikan. Korban dimintakan visum untuk kepentingan penyidikan.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi, akhirnya pelaku diamankan di rumahnya. "Setelah berhasil kami amankan, pelaku kami bawa ke Mapolsek Kota Banyuwangi untuk penyidikan lebih lanjut," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Nurmansyah, diketahui tersangka marah kepada korban karena merasa korban mendapatkan warisan lebih banyak. Tersangka menginginkan rumah tinggal orang tua mereka dijual untuk dibagikan.

Sebelum peristiwa penganiayaan ini, tersangka Aji sudah sempat bertengkar dengan Retno pada malam hari Raya Idul Adha lalu. Karena belum puas melampiaskan kemarahannya, tersangka kembali mendatangi korban pada hari kejadian.

Dalam kasus ini, polisi menyita pakaian yang digunakan korban sebagai barang bukti. Tersangka masih menjalani penyidikan untuk melengkapi berkas perkaranya. "Dia kami jerat dengan Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan," pungkas Nurmansyah.

 


End of content

No more pages to load