Ilustrasi
Ilustrasi

Pemkot Blitar menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) pada 2019 ini. Anggaran itu untuk jaga-jaga kalau pemerintah pusat sudah secara resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan rekrutmen CPNS dan P3K.

"Anggaran untuk rekrutmen CPNS sudah kami siapkan, sekitar Rp 1 miliar. Sewaktu-waktu ada informasi dari pusat, kami sudah siap dan tidak bingung lagi," kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar Kusno.

Meski belum ada informasi resmi dari pemerintah pusat, dia memperkirakan rekrutmen CPNS dan P3K akan dilaksanakan pada Oktober 2019. Hal itu mengacu pada pelaksanaan rekrutmen CPNS pada 2018 yang juga Oktober. "Perkiraan dilaksanakan Oktober, itu mengacu pada tahun sebelumnya. Kami masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat," ujar Kusno.

Anggaran itu untuk membiayai proses seleksi, termasuk pembentukan petugas seleksi CPNS. Menurut Kusno, proses pendaftaran CPNS dilakukan secara online. "Sekarang tahapannya masih mengusulkan formasi ke pemerintah pusat. Sesuai ketentuannya, pada rekrutmen tahun ini, sekitar 30 persen untuk CPNS dan 70 persen untuk P3K," sambung dia.

Seperti diketahui, Pemkot Blitar mengusulkan penambahan 267 pegawai pada rekrutmen CPNS dan P3K 2019. Usulan itu disesuaikan dengan jumlah pegawai di Pemkot Blitar yang pensiun tahun ini.

Jumlah pegawai di Pemkot Blitar yang pensiun pada tahun ini sebanyak 141 orang. Lalu ditambah dengan pegawai yang pensiun pada tahun lalu, jumlah kekurangannya sekitar 267 orang.

Dalam usulan formasi itu, kebutuhan pegawai paling banyak tetap guru. Kota Blitar memang masih kekurangan banyak guru, terutama guru kelas di SD. Sedangkan dalam penerimaan CPNS tahun sebelumnya, formasi untuk guru yang disetujui pemerintah pusat juga terbatas.