Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, dr Budi Nugroho saat diwawancarai sejumlah wartawan di kantornya. (Foto : Adi Rosul / Jombang TIMES)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, dr Budi Nugroho saat diwawancarai sejumlah wartawan di kantornya. (Foto : Adi Rosul / Jombang TIMES)



Kain seragam sekolah gratis merupakan salah satu program Bupati Jombang. Namun, hingga saat ini program tersebut belum bisa dinikmati masyarakat di kota santri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Budi Nugroho menuturkan, pada program unggulan Bupati Jombang tersebut terjadi keterlambatan pengerjaan kain dari pihak rekanan pemenang lelang bulan lalu.

"Secara proses di pelelangan sudah selesai, dan secara bertahap untuk seragam pramuka sudah selesai kini berlanjut ke seragam Nasional dan selanjutnya seragam olah raga," terangnya, Selasa (20/8).

Keterlambatan kain seragam gratis ini ditengarai oleh persiapan kualitas kain yang nantinya akan diberikan pada puluhan ribu pelajar di Jombang itu. Menurut Budi, kendala yang mengakibatkan penundaan tersebut dikarenakan adanya kualitas kain yang tidak sesuai dari rekanan dengan hasil uji lab di balai tekstil Bandung.

"Yang saya tau seperti yang diceritakan pada saya itu, yang atas supaya tidak panas saat dipakai itu, komposisi kapas cottonnya itu harus lebih banyak, dan kalau untuk yang bawahan celana yang mengandung polister itu bisa 50:50, jadi sangat detail," tandasnya.

Program kain seragam gratis ini menelan biaya hingga Rp 30 miliar yang diambil dari APBD. Kain seragam tersebut nantinya akan dibagikan kepada para siswa SD/MI dan SMP/MTs se-kabupaten Jombang.

Sesuai target awal, lanjut Budi, seharusnya seragam gratis berupa kain itu mulai diberikan pada murid baru pada bulan Februari lalu. Namun, dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala sehingga kain seragam mengalami keterlambatan realisasi.

"Kalau dilihat dari batasan kontrak memang bervariasi ya, sesuai kontrak itu September sudah harus tuntas. Dan untuk pramuka sudah datang, kalau nasional dan seragam olah raga masih menyusul," ujar Budi.

Sementara, untuk mengatasi keterlambatan pembagian kain seragam, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menyiasatinya dengan membuat surat edaran bagi sekolah yang ada di Jombang, agar tidak mewajibkan siswa siswinya mengenakan seragam baru pada saat musim ajaran baru kemarin.

"Kami juga sudah buat surat edaran agar tidak memaksakan siswa untuk bisa memakai seragam, baru, dan seragam terdahulu bisa dipakai dulu," pungkasnya.

Untuk diketahui, sesuai data Dapodik, ada sekitar 11.992 siswa SDN dan sebanyak 9.766 siswa SD swasta dan MI/MIN yang akan menerima bantuan seragam.

Untuk siswa SMP jumlahnya mencapai 10.083 siswa dan MTs swasta/negeri jumlahnya sekitar 14.294 siswa. Jadi jumlah keseluruhan mencapai 46.135 siswa yang akan menerima seragam gratis.

Para pelajar akan menerima 3 jenis kain seragam gratis yakni, seragam nasional seperti kain putih-merah untuk SD, putih-hijau untuk MI, biru-putih untuk SMP/MTs. Kedua, seragam pramuka dan ketiga seragam olahraga.(*)


End of content

No more pages to load