Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pembangunan 3 jalan alternatif pengurai kemacetan menjadi perbahasan serius Pemkot Batu pada tahun 2019 ini. Rencana ini telah dianggarkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2019.

Ketiga jalan alternatif itu adalah di Jalan Toyomerto, Kelurahan Pesanggrahan menuju jalan Abdul Gani, Kelurahan Nggalik di Kecamatan Batu. Lalu jalan tembus Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji – Kelurahan Sisir dan Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Dan ketiga, jalan tembus Desa Pendem, Kecamatan Junrejo – Proliman Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Himpun mengatakan, jalan tembus Toyomerto, Kelurahan Pesanggrahan – Abdul Gani, Kelurahan Nggalik di Kecamatan Batu nantinya akan dibangun jalan tembus sepanjang 2 kilometer dengan lebar 6 meter. “Saat ini jalan tersebut masih jalan setapak milik Perhutani,” ungkap Himpun.

Lalu untuk rencana jalan tembus Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji – Kelurahan Sisir dan Kelurahan Temas, Kecamatan Batu akan dibangun sepanjang jalan 1,5 kilometer dengan lebar 6 meter.

Sedangkan jalan tembus Desa Pendem, Kecamatan Junrejo – Prolima Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo memiliki panjang 1,8 kilometer dengan lebar sekitar 8 meter.

Sementara itu Wali Kota Kota Batu, Dewanti Rumpoko menambahkan perencanaan 3 jalan tembus ini tengah dalam pembahasan. “Tapi ini masih dalam proses perencanaan. Semoga bisa terealisasi di semester dua ini,” kata Dewanti.

Hal ini dilakukan selain untuk mengatasi masalah kemacetan, juga untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). “Karena memang kita ingin segera kemacetan di Kota Batu ini teratasi,” ucapnya.