Terduga pelaku perusakan dan pencurian dengan pemberatan pada lokasi wisata Via Verata gunung Sepikul Trenggalek
Terduga pelaku perusakan dan pencurian dengan pemberatan pada lokasi wisata Via Verata gunung Sepikul Trenggalek

Polres Trenggalek berhasil amankan 6 dari 7 terduga pelaku pencurian dan pengrusakan fasilitas di kawasan wisata Tebing Via Verata gunung Sepikul kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. 

Dari pengungkapan kasus ini didapati kerugian ditafsir mencapai Rp 40 juta. 

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S menerangkan ada tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka, enam di antaranya sudah berhasil di amankan. 

Ketujuh terduga pelaku pengrusakan yaitu Nanang Wahyudi, Firdaus Khoiru Mahfud, Aris Santoso, Kariman, Muyoto, dan Bambang Suroso.

"Saat ini ke enam pelaku sudah berhasil diamankan, sedangkan yang satu masih dalam status DPO. Keenam pelaku berasal tidak jauh dari tempat wisata yakni warga Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek," terang Didit Rabu (14/08/19).

Didit menambahlan kejadian berawal saat korban yang merupakan pengelola wisata panjat tebing Via Verata gunung Sepikul resah karena sering kehilangan barang yang merupakan fasilitas di tempat wisata tersebut. 

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut pada Polsel Watulimo.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, petugas berhasil mengamankan Nanang Wahyudi dan Firdaus Khoiru Mahfud pada (05/06/19) saat bekerja di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. 

Dari penangkapan kedua pelaku, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Aris Santoso, Karimin, dan Muyoto.

Ketiganya ditangkap di rumah masing-masing pada (06/08/19). 

Berdasar keterangan ketiga pelaku tersebut, petugas kemudian berhasil menangkap Bambang Suroso di rumahnya pada (07/08/19). 

"Dari tangan pelaku, petugas amankan sejumlah barang bukti berupa gergaji, obeng, tang, palu, alat pengaman panjat tebing/meja dapur, serta satu unit mobil," tambah Didit.

Tersangka akan dikenakan pasal 200 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 363 Ayat 1 ke-4e dan ke-5e KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 dan atau 5 tahun penjara.