Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Humas)

Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Humas)



Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) pada Kamis (15/8/2019) menjalani Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua.

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg mengenalkan visi-misi kampus kepada mahasiswa baru. Selain itu, Haris juga menceritakan sejarah kampus hijau tersebut.

Tampak hadir pula empat wakil rektor pada acara yang diselenggarakan di Sport Center tersebut, Rabu (14/8/2019).

Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UIN Malang memiliki visi terwujudnya pendidikan tinggi integratif dalam memadukan sains dan Islam di kancah global.

Karena itu, kampus tidak ingin menjadi perguruan tinggi yang dikotomi.

"Kita tidak akan memisahkan sains dan ajaran Islam," tegasnya.

Ayat Alquran pertama yang turun, lanjutnya, mengandung makna Islam sangat menjunjung tinggi sains.

"Ayat selanjutnya menjelaskan sains tidak boleh kosong dari nilai-nilai agama," tandas pria kelahiran Lamongan tersebut.

Untuk mewujudkan visi tersebut, setidaknya terdapat dua misi yang diprioritaskan. 

Pertama ialah mencetak sarjana yang berkarakter ulul albab.

"Lulusan kampus ini diharapkan bisa senantiasa mengaitkan segala sesuatu dengan Allah. Selain itu, mahasiswa harus berpikir tentang apa yang ada dan mungkin ada. Karena sangat mungkin hal-hal yang menjadi objek itu tidak kasat mata," jelasnya.

Misi yang kedua, lanjutnya, menghasilkan sains dan teknologi yang relevan dan berdaya saing tinggi.

"Tidak hanya menggunakan dan mengadopsi saja, namun juga berinovasi," tandas nya.

UIN Malang dalam mewujudkan integrasi sains dan Islam memadukan pola pendidikan pesantren dan perguruan tinggi. 

Pesantren mewujudkan adanya keagungan akhlak dan kedalaman spiritual.

"Sedangkan perguruan tinggi memiliki karakteristik keluasan ilmu dan kematangan profesional," pungkas nya. 

 


End of content

No more pages to load