Ilustrasi perampokan (okezone)
Ilustrasi perampokan (okezone)

Kasus perampokan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang yang terjadi  6 Agustus 2019, masih dalam pendalaman polisi. Meskipun sempat mengalami beberapa kendala, polisi akan mendalami ciri-ciri para pelaku yang sempat dilihat satpam Dinkes. Waktu satpam disekap, pelaku tak mengenakan penutup muka.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, sesuai kesaksian satpam atau korban yang disekap saat kejadian, dia sempat melihat pelaku karena tidak mengenakan penutup wajah.

"Memang informasi dari korban seperti itu, pelaku tak mengenakan masker dan berlogat Jawa Barat. Tapi penerangan saat itu sedikit gelap. Makanya kami akan dalami itu," ucapnya.

Dari pendalaman nantinya, jika memang secara jelas bisa digambarkan saksi, maka akan dilanjutkan dengan pembuatan sketsa wajah pelaku. "Kami upayakan sebisa mungkin untuk membuat sket wajah pelaku, sesuai detail keterangan dari korban," ungkap kasat reskrim.

 Komang mengakui, penyelidikan  kasus ini mengalami beberapa kendala. Di antaranya sulitnya untuk perumusan sidik jari yang mengarah ke pelaku.

"Memang di beberapa media ada sidik jari. Tapi sulit kami rumuskan. Ini menandakan saat pelaku bisa jadi memakai sarung tangan saat beraksi," ucapnya.

Kendala lain yang dialami pihak kepolisian adalah,rusaknya CCTV di lokasi kejadian. Ditambah dibawa kaburnya decoder  CCTV. Dan dari  CCTV di sekitar lokasi, juga tidak dapat tergambar jelas saat para pelaku kabur.

"Rata-rata, CCTV-nya tidak mengarah ke jalan. CCTV hanya mengarah ke lokasi parkiran. Itu salah satu kendala kami," katanya.

Kemudian, HP milik dari satpam yang disekap juga dibawa kabur pelaku. Namun saat dilakukan pelacakan, belum ada tanda-tanda jika HP  milik korban hidup sehingga saat ini masih belum terlacak.

"Begitu juga untuk pelacakam pelat kendaraan pelaku. Dari visual, hanya terlihat warna merah. Sehingga kami juga belum mengetahui jelas pelat nomornya. Kalaupun dapat nomor kendaraan, tentunya akan segera kami cek," pungkas Komang.