Workshop seni dan budaya yang digelar Disbudpar Jatim.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Workshop seni dan budaya yang digelar Disbudpar Jatim.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Dalam rangka pengelolaan keragaman budaya tahun 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Workshop Seni Pertunjukan Tahun 2019. 

Kegiatan ini mengambil tema “Festival Kesenian Kawasan Selatan dan Pesisir Utara”.

 Bertempat di Hotel Harris Riverside Jl. A. Yani Blimbing, Kota Malang, kegiatan workshop ini digelar pada Selasa-Rabu (13-14/08/2019) dan diikuti 100 orang perwakilan dari 14 kontingen Kota dan Kabupaten di kawasan pesisir utara Jawa Timur dan dan juga 8 Kabupaten yang berada di kawasan selatan Jawa Timur. 

Kegiatan workshop tersebut diisi dengan beberapa kegiatan padat materi, dengan bertindak sebagai pemateri diantaranya, Aris Prasetyo sebagai pemateri Penataan Seni Pertunjukan, Fransiska Romanna sebagai pemateri Perancang Busana dan Desainer Batik, Andi Yuwono pemateri Penata Pameran dan juga Herri Lentho sebagai pemateri Penataan Musik Seni Pertunjukan. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto mengatakan, workshop ini merupakan salah satu dari serangkaian proses dalam rangka memantapkan dan memperdalam khasanah budaya sajian seni pertunjukan pada Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) dan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) agar tercipta karya-karya yang dapat mengangkat seni budaya di kedua wilayah tersebut. 

“Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan workshop kali ini dalam pertunjukan FKKS dan FKPU nanti akan bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang olah seni bagi para seniman, memberikan ruang bagi para seniman untuk berkolaborasi dan mengelaborasi kesenian di Kawasan Selatan dan Pessisir Utara Jawa Timur serta mendorong tumbuhnya event-event seni budaya dengan pendekatan seni budaya di Kawasan selatan dan di Pesisir Utara Jawa Timur,” ungkap Sinarto saat membuka kegiatan workshop tersebut. 

Perlu diketahui, nantinya tujuan dari workshop tersebut akan difokuskan untuk mendukung suksesnya kegiatan FKKS pada tanggal 6-7 September 2019 di Kabupaten Malang, tepatnya di Gor Tumpang, Kabupaten Malang dan juga FKPU pada tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2019 di Kabupaten Sampang, tepatnya di Lapangan Wijaya Kusuma, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. 

“Kedua Festival tersebut nantinya akan mengagkat tema “Dewi Cemara yakni Desa Wisata Cerdas, Mandiri dan Sejahtera”. 

Dengan harapan setelah kegiatan ini nantinya performa desa wisata semakin baik, disokong aspek seni budayanya dan mudah-mudahan Jawa Timur lebih maju dari provinsi lain di Indonesia, khususnya untuk Desa Wisatanya,” sambungnya. 

Sinarto menambahkan, kegiatan Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) dan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) ini memang sengaja diadakan oleh Pemprov Jatim untuk memperkuat kembali kesenian dan kebudayaan serta aspek kepariwisataan di Jawa Timur.

Menurutnya, kedua festival tahunan ini diadakan untuk merangsang tumbuhnya kesenian itu bisa menstimulan munculnya aktivitas ekonomi di pesisir utara dan juga kawasan selatan provinsi Jawa Timur. 

“Jadi dalam kedua Festival ini yang kami fikirkan yakni, tidak mengabaikan sisi apresiasinya dari sisi pemanfaatan untuk berbicara nilai dari seni budaya itu sendiri dan yang paling kita dorong yaitu bagai mana kesenian itu menjadi stimulan dalam aktifitas ekonominya. Sehingga apresiasi terhadap kesenian di kawasan selatan dan pesisir utara ini bisa diketahui sejauh mana kesenian itu mampu laku dikalangan masyarakat sehingga bisa menjadi perangsang tumbuhnya aktifitas ekonomi di tiap kota dan kabupaten di Kawasan selatan dan juga pesisir utara jawa timur itu sendiri,” tukas Sinarto.