Foto bersama pejabat Universitas Kanjuruhan Malang dengan pengurus BAPOMI Jatim (Hendra Saputra)

Foto bersama pejabat Universitas Kanjuruhan Malang dengan pengurus BAPOMI Jatim (Hendra Saputra)



Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mendapat kepercayaan dari Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur yang menggelar rapat koordinasi (rakor) menyongsong Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2019.

Sebagai kampus swasta di Kota Malang, Universitas Kanjuruhan menjelma menjadi kampus multikultural yang cukup digemari dan mendapat respons positif karena prestasi bidang akademik atau non akademik.

Karena itu, BAPOMI Jatim mempercayakan Auditorium Multikultural Unikama untuk menggelar rakor untuk menyambut POMNas 2019 ini.

Sebagai penghormatan, Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian didapuk untuk membuka rakor BAPOMI Jatim, Rabu (14/8/2019). 

Dalam kesempatannya, rektor berkacamata tersebut mengucapkan terima kasih karena telah mempercayai Unikama untuk terlibat membantu terselenggaranya rakor BAPOMI Jatim.

"Kami terima kasih karena Unikama dipercaya menjadi tuan rumah untuk rapat koordinasi (oleh BAPOMI) sebelum POMNas 2019," ucapnya.

Lebih dari itu, Dr. Pieter Sahertian berharap target dari BAPOMI Jatim untuk menjadi juara umum kedua terwujud. 

Karena ia melihat dari keseriusan para pengurus untuk menyiapkan segala sesuatu menjelang bergulirnya POMNas 2019 di DKI Jakarta.

"Semoga target BAPOMI Jatim yang semula peringkat 5 dan berkeinginan untuk menjadi juara umum 2 terwujud di tahun ini," katanya.

Hal lain diungkapkan rektor Unikama yang mengharap mahasiwa atau mahasiswinya bisa masuk dalam sederet atlet yang diseleksi tim pemandu bakat dari BAPOMI Jatim.

"Semoga atlet dari Unikama bisa masuk beberapa kan nayamul (yang berarti lumayan dalam bahasa Malangan)," ucapnya sembari tertawa.

Sementara itu, Ketua Umum BAPOMI Jatim Dr. Mu'arifin, M.Pd mengungkapkan bahwa dalam rapat koordinasi kali ini ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkat prestasi Jatim untuk bertengger di posisi kedua.

"Target kami runner up dari peringkat 5 yang sekarang kami duduki. Kenapa? Karena pertama, DKI Jakarta adalah wilayah yang banyak dihuni atlet nasional, dan di sana semua stakeholder sangat kompak untuk berprestasi. Yang kedua Gubernur (Jatim) pernah bilang bahwa (peringkat 5) itu tidak pantas. Padahal, di PON targetnya adalah juara umum. Jadi kami akan berusaha menduduki posisi kedua," paparnya Ketua BAPOMI yang juga pernah kuliah di Universitas Kanjuruhan Malang itu.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load