Arif Dwi Affandi (kanan) tersangka beserta barang bukti narkoba jenis ganja saat sesi rilis (Foto : Satrskoba Polres Malang for MalangTIMES)
Arif Dwi Affandi (kanan) tersangka beserta barang bukti narkoba jenis ganja saat sesi rilis (Foto : Satrskoba Polres Malang for MalangTIMES)

Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Malang masih marak terjadi. 

Terbukti, baru-baru ini jajaran kepolisian Unit Satreskoba Polres Malang mengamankan seorang pengedarnya. 

Tersangkanya adalah Arif Dwi Affandi warga Dusun Sekarputih, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir.

”Tersangka Arif yang baru kami amankan ini, diringkus petugas karena terlibat kasus perdaran narkoba jenis ganja,” kata KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi saat ditemui awak media disela-sela agenda rilis.

Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan masyarakat sekitar, jika di wilayah Kecamatan Wagir marak terjadi peredaran narkoba.

Mendapat laporan tersebut, anggota Satreskoba Polres Malang langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

Hasilnya, polisi mendapat keterangan jika salah satu tersangka peredaran ganja mengarah kepada Arif Dwi Affandi. 

Seminggu berselang, petugas mendapat informasi jika pria 19 tahun ini sering melancarkan transaksi narkoba di kawasan Pasar yang berlokasi di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir.

Seolah tak mau sasarannya lepas, beberapa personel langsung diterjunkan untuk melakukan penyanggongan, Senin (12/8/2019) tengah malam. 

Setelah beberapa jam berlalu, pelaku akhirnya nampak mendatangi sebuah warung kopi yang berada tidak jauh dari lokasi pasar. 

”Tersangka kami amankan saat yang bersangkutan hendak bertransaksi ganja,” sambung Suryadi.

Ketika digeledah, petugas menemukan dua poket ganja yang hendak diedarkan tersangka. 

Namun dari hasil pengembangan, polisi mendapatkan puluhan poket ganja saat menggeledah rumah tersangka yang berlokasi di Dusun Sekarputih. 

”Barang bukti yang kami amankan antara lain satu unit handphone untuk sarana transaksi narkoba, serta belasan poket ganja dengan berat total mencapai 17,04 gram,” terang Suryadi.

Belasan gram ganja tersebut, lanjut Suryadi, dibagi menjadi 11 poket siap edar. 

Rata-rata belasan paket ini berisi 1 hingga 2,5 gram ganja.

”Dari penuturannya, tersangka selama ini mendapatkan pasokan dari seorang bandar yang ada di wilayah Kota Malang,” imbuh Suryadi.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih terus mengembangkan kasusnya. 

Selain menelusuri identitas sang bandar yang diduga berasal dari wilayah Kota Malang, petugas juga memburu keterlibatan jaringan pengedar ganja lain, yang turut membantu tersangka Arif.

”Akibat perbuatannya tersangka kami jerat pasal 111 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 12 tahun kurungan penjara," pungkasnya.