Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Erry Taruna (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Erry Taruna (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Sebanyak 329 dari 622 warga binaan di Lapas Kelas IIB Tulungagung mendapatkan remisi umum 17 Agustus. Namun tidak bagi dua tahanan dan lima narapidana kasus korupsi.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Erry Taruna, kasus korupsi termasuk dalam PP 99 tahun 2012, tentang lerubahan kedua atas  PP 32 tahun 1999, Tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga  binaan pemasyarakatan.

Seorang napi korupsi bisa diusulkan mendapatkan remisi jika bersedia menjadi justice collaborator, membayar ganti rugi, dan mengembalikan kerugian keuangan negara. “Satu saja belum dilakukan, napi korupsi belum bisa diusulkan menerima remisi,” terang Erry.

Untuk menjadi justice collaborator, napi korupsi harus membantu penegak hukum untuk membongkar kasus koruspi dan punya informasi penting untuk mengungkap kasus itu.

Penegak hukum juga tidak mudah mengeluarkan status justice collaborator  kepada napi korupsi. “Dari lima yang sudah berstatus napi, tidak ada yang jadi JC (justice collaborator),” ujar Erry.

Dua warga binaan kasus korupsi yang masih berstatus tahanan adalah Eko Purnomo dan Suprapto. Eko adalah mantan kepala SMPN 2 Tulungagung yang terjerat dugaan pungutan liar PPDB tahun 2017. Kasusnya masih disidangkan di PN Tipikor Surabaya.

Sedangkan Suprapto adalah mantan kades Sumberingin Kulon, yang terjerat korupsi dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD) tahun 2015-2016. “Suprapto sebenarnya sudah divonis 3 tahun 6 bulan, tapi dia mengajukan banding,” ungkap Erry.

Sedangkan lima warga binaan kasus korupsi yang sudah berstatus napi adalah Dwi Sunarhadi, Bambang Santoso, Sujoko, Arif Susila, dan Nanang Yasifun.

Dwi adalah napi kasus korupsi pengajuan dan penyaluran dana pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro dan Menengah (LPDB KUMKM), kepada KUD Dewi Sri di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo. Ia divonis 4 tahun penjara.

Sedangkan Bambang adalah mantan sekretaris Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, sekaligus ketua pokmas pengurusan prona 2014.  Ia divonis 4 tahun penjara dalam perkara pungutan liar prona.

Sujoko adalah mantan kepala kasir Kantor Pos  Tulungagung, yang melakukan korupsi uang kas perusahaan ini.  Ia divonis 4 tahun dalam perkara korupsi di Kantor Pos Tulungagung.

Arif Susila divonis 2 tahun 6 bulan dalam perkara korupsi pengajuan dan penyaluran dana pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro dan Menengah (LPDB KUMKM) kepada KSU Syariah BTM Surya Amanah  Desa Sambrirobyong, Kecamatan Sumbergempol.

Nanang divonis 1 tahun 4 bulan dalam perkara korupsi revitalisasi lapangan olahraga di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan.