Pelaku UMKM di Banyuwangi membagikan produknya kepada pengguna jalan.

Pelaku UMKM di Banyuwangi membagikan produknya kepada pengguna jalan.



Puluhan pegiat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banyuwangi membagi-bagikan produk buatannya, Rabu (14/8/19). Produk UMKM itu dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang melintas di Jl A. Yani, tepatnya di depan Kantor Pemkab Banyuwangi. 

Produk yang dibagikan bermacam-macam. Mulai jajanan seperti puding, keripik pisang, bagiak, minuman tradisional hingga batik. Pembagian produk UMKM ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari UMKM Ke-4 yang jatuh pada 12 Agustus lalu. 

Tak butuh waktu lama,  produk-produk yang dibawa sudah habis tersalurkan kepada masyarakat. “Ini sekaligus untuk mempromosikan langsung produk kami kepada masyarakat,” jelas Siti Istikomah, ketua Perkumpulan Perempuan Wira Usaha (Perwira)  Banyuwangi.

Perempuan yang dipanggil Isti ini menyatakan, ada sekitar 100 UMKM Banyuwangi yang tergabung dalam Perwira. Namun sebenarnya masih banyak lagi UMKM lain yang belum bergabung. 

Menurut dia, Perwira hadir untuk menggerakkan dan menggeliatkan lagi sektor UMKM. Sebab, Banyuwangi memiliki potensi yang sangat luar biasa mulai potensi wilayah, bahan baku dan lain sebagainya. “Penyerapan tenaga kerja oleh sektor UMKM di atas 95 persen,” katanya.

Kegiatan tersebut juga diikuti Ketua Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Banyuwangi Ruth Suhartatik. Ruth sangat mengapresiasi kegiatan perwira dan anggotanya.

Menurut dia, UMKM juga sangat penting dan memberikan kontribusi bagi Hipmi Dia mencontohkan Isyam Syamsi dan beberapa desainer yang sudah mempromosikan batik ke tingkat nasional hingga ke internasional.

UMKM, kata Ruth, merupakan penyangga ekonomi nasional. Ekonomi negara ini bukan dari industri, melainkan dari UMKM. Hipmi saat ini sedang mendorong kegiatan Hipmi dan perguruan tinggi agar bergerak di sektor UMKM. “Karena Banyuwangi sangat memerlukan itu,” tandasnya.


End of content

No more pages to load