Tim BPCB Trowulan Eskavasi bangunan mirip candi. (Eko Arif S /JatimTIMES)

Tim BPCB Trowulan Eskavasi bangunan mirip candi. (Eko Arif S /JatimTIMES)



Tim dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Trowulan Mojokerto Jawa Timur, melakukan eskavasi terhadap struktur bangunan mirip candi yang diyakini dijadikan tempat pemujaan di lereng kaki Gunung Wilis. Diperkirakan eskavasi ini diperlukan waktu rentang 15 hingga 20 hari.

Menurut keterangan Nur Muhyar selaku Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Ragah (Disbudparpora) Kota Kediri menuturkan, satu tim yang dilibatkan dalam proses tahap eskavasi kali ini berjumlah 14 orang. Mereka terdiri dari juru peta,juru gambar, arkeolog, beserta anggota juru gali.

"Eskavasi mulai tanggal 6, nanti rencana sampai 20 hari. Tapi efektifnya mungkin 15 hari karena mereka harus menyusun laporan kembali ke kantor," urai Nur Muhyar, Rabu (14/8/19).

Eskavasi ke dua yang dilakukan saat ini meliputi tiga tahapan kegiatan, yakni zonasi, pemetaan lalu kemudian penggalian. Lokasi bangunan mirip candi ini berada di dataran tinggi lereng kaki Gunung Wilis di area hutan KPH Kediri dengan jarak tempuh berjalan kaki sekitar lebih dari dua kilo meter.

Ia memperkirakan bangunan mirip candi tersebut, merupakan peninggalan di jaman kerajaan Kadiri. Dulunya tempat ini diperkirakan dipergunakan untuk pemujaan. Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukannya patung atau relief di lokasi.

"Sementara masih dugaan saja, era masa Kadiri. Ya diperkirakan tempat pemujaan karena tidak ada relif, tidak ada patung yang ditemukan sementara ini belum ada," tuturnya.

Ditambahkan Nur Muhyar, biasanya jika ditemukan suatu tempat pemujaan selalu ada korelasinya dengan sumber mata air atau petirtan, candi dan sebuah gunung yang disakralkan. Masyarakat zaman dulu menganggap gunung adalah suatu tempat berkumpulnya para dewa.

"Biasanya kalau ada tempat pemujaan, ada petirtaan, candi dan gunung yang diskralkan. Orang dulu percaya kalau gunung tempat para dewa," imbuhnya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan jika di lokasi tempat pemujaan yang ditemukan tersebut ada keterkaitan sejarah dengan situs Goa Selomangkleng, Goa Padedean dan Goa Selo Bali yang masuk dalam lokasi objek wisata. 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load