Maryoto menandatangi SK pengangkatan dirinya sebagai Bupati Definitif Tulungagung disaksikan Gubernur Jatim, Khofifah Endar Parawansa (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Maryoto menandatangi SK pengangkatan dirinya sebagai Bupati Definitif Tulungagung disaksikan Gubernur Jatim, Khofifah Endar Parawansa (foto : Joko Pramono/Jatim Times)


Editor

A Yahya


Kabupaten Tulungagung akhirnya mempunyai bupati definitif, setelah selama kurang lebih 6 bulan dipimpin oleh Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo. Pelantikan Maryoto sebagai bupati definitif dilakukan di gedung Grahadi, Surabaya oleh Gubernur Jatim, Khofifah Endar Parawansa, Selasa (13/8/19). Maryoto selanjutnya akan memimpin Tulungagung hingga tahun 2023 mendatang.

Dalam pelantikan itu Khofifah berpesan kepada Maryoto untuk melakukan efisisensi anggaran. Juga angka kemiskinan dan pengangguran sebisa mungkin dipangkas, meskipun saat ini angkanya lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur. "Angka kemiskinan dan pengangguran terbuka meskipun lebih rendah, Bupati harus bisa memangkasnya lagi," ujar Khofifah.

Khofifah juga menyinggung pembangunan di wilayah selatan, utamanya pembangunan kawasan dengan kerja sama "Tulungagung Raya", meliputi kawasan eks Karesidenan Kediri. Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) harus segera diselesaikan pada tahun 2020.
"Pembangunan JLS sebisa mungkin harus selesai pada tahun 2020," imbuhnya.


Gubernur juga bilang, Bupati diberi kewenangan untuk memindah atau mengangkat pejabat OPD yang kosong meskipun belum 6 bulan dilantik, asalkan ada izin dari Mendagri. "Harus ada izin tertulis dari Mendagri untuk mengangkat pejabat OPD yang kosong untuk memperlancar jalanya pemerintahan," kata Kofifah. 

Sementara itu Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengiyakan apa yang dikatakan oleh Gubernur. Pihaknya akan meminta izin pada Mendagri untuk mengisi jabatan kepala OPD yang kosong di Pemkab Tulungagung. Pasalnya saat ini ada 9 jabatan OPD di Tulungagung yang dijabat oleh Plt Kepala Dinas. "Kita akan meminta izin dari Kemedagri secara tertulis untuk boleh mengangkat kepala OPD yang kosong," kata Maryoto.

Disinggung masalah JLS, jalan yang menjadi tanggungan Tulungagung tinggal sedikit, dari 43 km saat ini sudah terbangun sepanjang 29 km. Untuk pembangunan kawasan "Tulungahung Raya" pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala daerah lainya.
Pelantikan ini dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Jatim, Kepala OPD tingkat Provinsi, Forkopimda Tulungagung dan Kepala OPD Tulungagung. 

Dalam pelantikan ini juga dilantik ketua PKK Tulungagung dan Ketua Dekranasda Tulungagung oleh.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load