Korban saat sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter dari Puskesmas Tembelang. (istimewa)

Korban saat sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter dari Puskesmas Tembelang. (istimewa)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Seorang santri di Jombang meninggal dunia setelah terperosok ke sungai dan terseret arus sejauh 1 kilometer. Korban diketahui bernama  AV, 5 tahun,santri asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh, Jombang. Korban merupakan santri dari Ponpes Babiroktil Ulum, Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang.

Plt Kapolsek Tembelang AKP Nanang menerangkan, korban terperosok ke sungai Kaliotok, Dusun/Desa Pulogedang pada Selasa (13/8) sekitar pukul 11.30 WIB. Lokasi sungai tempat terperosoknya korban berada 200 meter dari ponpes Babiroktil Ulum, tempat korban mondok.

Saat itu korban sedang bermain ke luar pondok dengan mengendarai sepeda ontel (sepeda angin). Setibanya di TKP (Tempat Kejadian Perkara), korban terjebur sungai karena diduga tidak mahir mengendarai sepeda.

"Sekira jam 11.30 wib Korban keluar dari pondok naik sepeda pancal, korban baru bisa naik sepeda. Sesampai di jembatan korban diketahui saksi Nikmatuk Zuhro, telah terjatuh dan terbawa arus sungai," ungkapnya saat dihubungi wartawan.

Mengetahui korban jatuh ke sungai, lanjut Nanang, sejumlah warga berusaha mencari korban dengan cara menyisir sungai sedalam 1,5 meter. Korban baru ditemukan oleh warga sekitar pukul 12.45 wib, sejauh 1 kilometer dari lokasi awal korban jatuh. "Korban ditemukan di dam Dusun Kepuhgisik, Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang dalam keadaan meninggal dunia. Jarak dengan TKP sejauh 1 kilometer," terangnya.

Masih menurut Nanang, korban yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa itu kemudian diantar ke Ponpes Babiroktil Ulum, tempat korban mondok.

Di situ, korban kemudian dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter dari Puskesmas Tembelang. Hasilnya, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Setalah itu, lanjut Kapolsek Tembelang, korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. "Keluarga korban menyadari atas kejadian tersebut dan tidak mempermasalahkan dengan membuat surat pernyataan mengetahui Kepala Desa setempat," pungkasnya.(*)

 


End of content

No more pages to load