Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berada di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Selasa (13/8/2019). (Foto: istimewa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berada di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Selasa (13/8/2019). (Foto: istimewa)


Editor

Heryanto


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Hari Veteran Nasional Indonesia ke 64 di Balai Kota Among Tani, Selasa (13/8/2019).

Rupanya hal ini dimanfaatkan Wali Kota Batu Dewanti untuk mengenalkan gedung Balai Kota Among Tani.

Di depan Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Dewanti mengatakan secara rinci gedung yang sudah di tempati Pemerintahan Kota Batu selama 4 tahun terakhir ini. Balai Kota Among Tani ada enam blok.

“Di blok A terdiri dari lima lantai, sesuai dengan Pancasila. Mengingatkan dasar Negara adalah Pancasila dan harga mati,” kata Dewanti.

Lalu blok B memiliki tiga lantai, blok C dengan tiga lantai, blok D sebagai gedung Pancasila, blok E untuk pendopo dan blok F untuk Masjid Brigjen Sugiono. Kemudian penamaan Balikota Among Tani, tidak sembarangan.

Proses pemberian nama sengaja mempertimbangkan peran utama masyarakat Kota Batu yang sebagian besar petani menjadi inspirasi utama penamaan gedung tersebut. 

Gedung tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 300 niliar.

“Balai Kota Among Tani namanya terinspirasi dari sebagian penduduk adalah petani. Dan ini anggarannya juga dari masyrakat yang kebanyakan juga petani, hasil jerih payah petani,” ujarnya.

Anggaran tersebut berasal dari rakyat yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang dapat dimanfaatkan dan dipergunakan untuk rakyat.

"Kita bikin konsep semua masyarakat bisa masuk bahkan memanfaatkan fasilitas di sini. Termasuk dengan Gedung Pancasila yang di sini bisa digunakan oleh masyarakat,” tutupnya.

 

 


End of content

No more pages to load