Ilustrasi

Ilustrasi


Editor

Heryanto


Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar menemukan penyakit cacing hati pada jeroan hewan kurban. 

Petugas meminta panitia kurban membuang bagian jeroan yang terdapat penyakit cacing hati.

"Bagian jeroan yang terkena cacing hati kami minta untuk dibuang. Rata-rata kami menemukan penyakit cacing hati di jeroan hewan kurban sapi," kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh.

Dewi mengatakan, penyakit cacing hati itu terdapat pada paru dan hati hewan kurban. 

Dewi memastikan meski terdapat penyakit cacing hati pada jeroan, daging hewan kurban itu masih layak dikonsumsi. 

"Kalau dagingnya tetap layak dikonsumsi," ujarnya.

Bidang Peternakan akan mengevaluasi temuan penyakit cacing hati pada hewan kurban. 

Bidang Peternakan akan mengintensifkan pemberian obat ke hewan tiap menjelang Hari Raya Idul Adha.

"Saat diperiksa, rata-rata hewan kurban kelihatan sehat. Tapi ternyata masih terkena penyakit cacing hati. Ke depan, kami akan meningkatan pemberian obat ke hewan kurban menjelang Hari Raya Kurban," katanya.

Selain itu, Dewi juga mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati menyimpan daging kurban supaya tetap aman dikonsumsi. 

Daging kurban sebaiknya disimpan di freezer kulkas. Sebelum dimasukan ke freezer, lebih baik daging kurban dipotong dulu kecil-kecil sesuai selera.

"Kalau ingin memasak, tinggal mengambil daging yang sudah dipotong kecil-kecil sesuai kebutuhan. Jangan dikeluarkan semua dagingnya dari freezer. Khawatirnya bisa terkontaminasi bakteri," katanya.(*)


End of content

No more pages to load