Foto: Istimewa

Foto: Istimewa



Terbukanya peluang yang besar akan bisnis kerajinan rajut, membuat kelompok KKN 101 Universitas Muhammadiyah Malang tergerak mengadakan kegiatan pelatihan kerajinan rajut bagi warga Desa Wonoagung. Pelatihan kerajinan rajut digelar sebanyak 3 kali pertemuan yang jatuh pada Jumat, 26 Juli 2019, 2 Agustus 2019, dan Senin 12 Agustus 2019. Kegiatan ini diikuti sebanyak 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan perangkat Desa Wonoagung. 

Tak ada yang menyangka merajut bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan banyak keuntungan. Bermula dari hobinya, Riska Nawangwulan selaku pemateri pada acara ini mengaku bahwa bisnis rajut bisa membawa untung hingga berkali-kali lipat. Ia pun menambahkan bahwa aktivitas merajut membutuhkan kesabaran yang cukup dan siapapun yang sedang melakukan kegiatan merajut tidak boleh dalam keadaan marah.

Antusias warga terlihat saat mereka bersemangat memadati Balai Desa Wonoagung sejak pukul 08.00 WIB. KKN 101 UMM sadar, bahwa bermula dari hal kecil apapun itu, jika digeluti dengan ketekunan akan membuahkan hasil yang besar. Terlebih, KKN 101 UMM melihat potensi masyarakat desa Wonoagung yang mayoritas sebagai peternak, membuat kelompok KKN 101 UMM ingin memberikan wadah untuk para warga Wonoagung menyalurkan kreativitasnya di sela-sela waktu menganggur.

Mayoritas ibu-ibu di Desa Wonoagung pun bekerja sebagai ibu rumah tangga, jadi kegiatan pelatihan rajut ini cocok untuk membantu menambah penghasilan keluarga. “Pelatihan kerajinan rajut ini salah satu program kerja dari divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), tujuannya untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Desa Wonoagung sehingga masyarakat bisa menghasilkan kerajinan tangan yang dapat diperjual-belikan” Ungkap R. Yudha Kusedi T selaku ketua pelaksana.

Menurut di, berdasarkan tinjauan sejarah, awalnya kerajinan rajut  dilakukan oleh pria pada Timur Tengah (tepatnya di Jazirah Arab). Namun dahulu orang Belanda mengenalkan kerajinan rajut pada orang Indonesia yang banyak diminati kaum wanita. Maka tak heran, jika kini kita dapat merajut untung dari kegiatan ini. Hasil dari rajutan baik berupa tas, aksesoris, sepatu, dan lain-lain tidak kalah saing jika dibandingkan dengan model lainnya, apalagi dengan harga yang terjangkau. 

Barang rajut memiliki keistimewaan yang banyak diburu orang-orang terkait bentuknya yang unik dan warnanya yang beragam. Mahasiswa KKN 101 UMM menekankan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas bagi masyarakat Wonoagung untuk mengkreasi hasil rajutan dari tiap perorangan. Hasilnya pun ada yang berbentuk gelang, dompet, bahkan tas. Harapannya dengan adanya pertemuan terakhir ini, bisa memberikan manfaat bagi warga Wonoagung agar mandiri dalam memenuhi dan menambah penghasilan sehari-hari melalui kegiatan merajut. (avc)


End of content

No more pages to load