Bambang DH (Google)

Bambang DH (Google)



Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawti Soekarnoputri baru saja melantik pengurus DPP PDI Perjuangan periode 2019-2024. Pelantikan dilakukan di Sanur, Bali.

Dalam sususan pengurus tersebut ada yang mengejutkan. Yakni, tak adanya nama Bambang Dwi Hartono (BDH) yang sebelumnya menjabat Ketua Bappilu DPP PDI-P.

Keputusan Megawati tak mencantumkan nama Bambang DH lagi dikepengurusan DPP PDI-P pun menjadi bahan pembicaraan hangat kader PDIP Surabaya. Mengingat Bambang DH santer disebut akan mendapat posisi baru sebagai sekretaris jenderal (Sekjend).

Namun setelah tidak masuk dalam susunan pengurus DPP ini, rumor lain mengembang. Ada isu yang menyebut, jika Bambang DH sedang diproyeksikan oleh Megawati untuk menjadi salah satu anggota kabinet Presiden Joko Widodo. Benarkah?

Dikonfirmasi mengenai isu ini oleh SurabayaTIMES Bambang DH memilih tidak menjawab. "No Comment," ujarnya.

Namun, SurabayaTIMES kemudian coba melakukan konfirmasi terhadap istrinya Dyah Katarina. Dyah Katarina ini juga merupakan sesama kader PDIP yang tak lain adalah istri dari Bambang DH. Selain itu dia merupakan anggota dewan Kota Surabaya petahan yang terpilih kembali pileg 2019 ini.

Dyah Katarina mengatakan keputusan Megawati untuk tak memasukan nama Bambang ke Kepengurusan DPP PDI-P sudah tepat. Namun dia tidak tahu terkait isu suaminya masuk kabinet Jokowi.

"Kalau tidak masuk di DPP memang faktanya seperti itu. Tetapi Kalau diproyeksikan sebagai apapun itu di kabinet Presiden Jokowi, saya tidak tahu," bebernya.

Namun menurut Dyah suaminya pasti sudah siap secara lahir batin apabila diamanahkan untuk menempati posisi apapun. Baik di pengurus partai maupun di kabinet Jokowi. "Bapak siap kok. Mau ditempatkan atau tidak, sebagai apa saja bapak siap," lanjutnya.

Dyah mengaku akan mensupport penuh, jadi apapun suaminya. "Kan sudah teruji. Jadi dosen oke, demonstrans oke, wawali, walikota, caleg struktural dan partai," lanjutnya.

Dalam hal ini Dyah menyampaikan lebih memastikan agar urusan rumah tangga bisa tuntas. "Supaya tidak mengganggu konsentrasi tugas suami," tuturnya.

Namun ia berpesan kepada penggemar ataupun pengagum Bambang DH untuk tidak terlalu berharap BDH (sapaan akrab Bambang), masuk ke dalam jajaran kabinet Jokowi. Karena menurutnya, isu yang beredar belum tentu jelas asal-usulnya.

"Kan hanya isu atau dugaan-dugaan, jadi jangen terlalu diseriusi," pungkasnya.

 

 


End of content

No more pages to load