Tersangka Suwaji (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)

Tersangka Suwaji (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)



Buntut kasus trafficking yang diungkap, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung menangkap satu orang pria hidung belang di wilayah Trenggalek.

Polisi telah menangkap Suwaji (48), warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo yang diduga pernah meniduri NA (14) korban trafficking yang diketahui sehari melayani 10 pria hidung belang.

Saat ditangkap Suwaji sedang memperbaiki banana boat di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek sejak Kamis (08/08) lalu.

“Sementara masih (Suwaji) yang kita amankan,” ucap Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi, Senin (12/08) pagi.

Dalam penyidikan, Suwaji mengaku sudah dua kali melakukan hubungan badan dengan NA. Namun dari keterangan korban NA mengaku jika Suwaji sudah melakukan empat kali.

Suwaji juga mengaku jika NA yang lebih dulu menggodanya untuk berhubungan badan bukan dirinya yang meminta pelayanan plus dari anak yang masih di bawah umur itu.

Untuk mengetahui mana yang benar, apakah pengakuan Suwaji atau NA, penyidik menyerahkan ke pengadilan.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap para hidung belang yang menyetubuhi NA.

Sebelumnya, NA yang awalnya ditangkap sebagai rekruitmen wanita yang akan dijadikan pelayan warung kopi, mengakui jika dirinya tidak kuat melayani puluhan hidung belang tiap hari di warungnya.

"Keempat korban yang kita amankan ini salah satunya adalah rekruitmen, namun pada perkembangannya ternyata dia merupakan korban juga," kata Kasat Reskrim AKP Hendro Tri Wahyono, Selasa (06/08) sebelum digantikan oleh AKP Hendi Septiadi.

Menurut Hendro, Informasi yang diterima kepolisian diperoleh sejak Jumat (2/08) lalu. Setelah dilakukan penyelidikan polisi mengetahui dan memastikan para korban dibawa mobil menuju pantai Prigi Kabupaten Trenggalek.

"Mereka dibawa dengan mobil dan dihadang oleh petugas kita lalu kita amankan," terangnya.

Setelah dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan, dua orang yang merupakan pelaku yakni SL (35) beralamat di Desa Bungkoro Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek yang merupakan pemilik Cafe Talenta di pantai Prigi dan SU (30) warga asli Desa Sumberagung di Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri.

"Pelaku SL inilah yang minta NA untuk merekrut korban lainnya, selain menjadi pelayan di cafe itu dijanjikan bisa bekerja sebagai pekerja seks komersial karena NA ini awalnya kerja sendiri dan tidak kuat melayani pelanggan tiap hari hingga 10 kali," ungkap Hendro.

Karena tak kuat dipakai 10 kali dalam sehari, NA mencari teman untuk melayani dan melakukan rekrutmen agar kerjanya lebih ringan.
"Kemudian berhasil membawa dua teman dengan usia 15 dan 16 tahun," tambahnya.

Selain itu, polisi juga membawa seorang korban lain bernama NP (20) yang telah direkrut sebelumnya dan diketahui sudah bekerja selama empat hari.

"Selama empat hari itu dia mengaku sudah menemani dan melayani lelaki hidung belang. Bahkan dari pengakuannya tak dibayar 4 kali oleh pelanggannya," papar Kasat Reskrim.

NA sendiri di depan penyidik mengaku mengenal para korban lain saat melalui media sosial dan ada yang tengah mencari pekerjaan.

"Pencari kerja ini sudah bekerja di kafe di Tulungagung dan setelah ditawari mau untuk dibawa ke Trenggalek. Sebenarnya ada dua lagi yang mau ikut, namun dua orang itu tidak diperbolehkan keluarga," tandasnya.

Polisi juga telah mendatangi kafe tempat NA bekerja dan selain telah memasang police line, polisi juga menemukan satu bilik kecil di belakang kafe dengan kodisi sempit dan kotor tempat eksekusi atau "main" antara si hidung belang dan NA yang telah bekerja cukup lama di sana.

Atas perbuatan dua orang yang berstatus tersangka yakni SL dan SU, polisi menerapkan pasal 2 ayat  (1) RUU RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Jika yang menjadi korban anak atau masih dibawah umur, sesuai pasal 2,3 dan 4 maka hukuman tersangka ditambah menjadi sepertiga dari hukuman yang diterimanya.


End of content

No more pages to load