Ilustrasi

Ilustrasi



Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar meminta pemerintah mengoptimalkan potensi untuk memacu pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dari badan usaha milik daerah (BUMD).

Di sisi lain, potensi mineral bukan logam dan batuan juga diyakini sebagai salah satu peluang untuk mendapat tambahan anggaran daerah. “Peran BUMD belum maksimal,” ungkap anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Sutoyo.

Artinya, kontribusi yang diberikan belum sebanding dengan anggaran setiap tahun yang digelontorkan ke perusahaan tersebut. “Kami sudah sarankan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) bisa bekerja sama dengan BUMD yang ada,” katanya.

Dia mencontohkan, pemerintah telah memiliki perusahaan percetakan. Untuk itu, tidak ada salahnya jika semua kebutuhan percetakan administrasi perkantoran dilimpahkan atau dikerjasamakan dengan BUMD.

Disinggung mengenai jumlah BUMD yang masih aktif, politikus PKS ini menyebut ada beberapa yang masih bisa dikaryakan. Semisal PDAM, Perusahaan Daerah Safitri, dan sebuah perusahaan dalam bidang keuangan di wilayah Srengat. “Kami berharap OPD untuk bekerja sama mengoptimalkan BUMD,” tandas nya.

Sementara itu, Bupati Rijanto mengatakan telah melakukan kajian kembali terhadap BUMD. Pihaknya juga bakal melaksanakan pengendalian secara optimal dan transparan terhadap anggaran yang bersumber dari PAD. Sedangkan untuk potensi lain, semisal dalam bidang mineral bukan logam dan batuan, khususnya di Kali Putih, Gandusari, pemkab tidak memiliki kewenangan.


End of content

No more pages to load