Stand kopi merah Jambuwer, Kromengan, di BID Cluster 3 diserbu pengunjung (Nana)

Stand kopi merah Jambuwer, Kromengan, di BID Cluster 3 diserbu pengunjung (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


Stand kopi merah dari Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, diserbu ratusan peserta Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster 3 yang digelar di Pendapa Kabupaten Malang, Kepanjen, jalan Panji, Sabtu (10/8/2019).

Menjadi salah satu kecamatan yang mengisi stand produk unggulan di BID 2019, Kopi Merah Jambuwer yang telah memiliki jejak juara dalam berbagai perlombaan tingkat kabupaten sampai nasional. 

Hal itu terbukti memikat para peserta dari 10 kecamatan, untuk mengerubuti stand kopi merah.

Aroma kopi asli warga desa Jambuwer pun menghiasi BID 2019 yang diikuti secara antusias oleh ratusan peserta dan tamu undangan.

Dengan gelas-gelas kopi di tangan yang semakin menghangatkan pertukaran ide dan inovasi dari puluhan produk inovatif yang ditampilkan.

Teguh Suwiyono (43) petani dan salah satu penggerak kopi merah Jambuwer yang kini berada di bawah naungan BUMDesa, mengatakan, bahwa setiap kali menggelar stand, produk asli desanya menjadi sasaran peserta.

"Aroma kopi Jambuwer masih terus membuat orang tertarik dan akhirnya mencicipinya. Ini teman-teman sampai kewalahan untuk meladeninya," ucap Teguh kepada MalangTIMES, Sabtu (10/08/2019).

Kopi merah Jambuwer yang ditanam di lahan sekitar 200 hektar (ha) dan setiap tahun menghasilkan 300 ton biji kopi ini, memiliki aroma khas yang membuat masyarakat mencintainya. 

Hal ini dikarenakan, pola petik para petani yang hanya akan panen saat biji-biji kopi benar-benar merah. 

"Banyak manfaat dari petik merah ini, misalnya kualitas kopi lebih baik sehingga cita rasa dan aroma ketika diseduh lebih enak dan harum,” ujar Teguh.

Beberapa peserta BID Cluster 3 Kabupaten Malang juga mengatakan hal senada terkait aroma kopi merah Jambuwer. 

Bahkan, untuk bisa mencicipinya mereka rela antri di stand Kecamatan Kromengan. 

Pasalnya, dalam BID 2019, pameran produk yang digelar tidak secara murni untuk berjualan. 

Tapi, hanya memperkenalkan berbagai produk unggulan dalam melengkapi bursa.

"Sudah lama dengar, tapi baru kali ini saya mencicipi rasanya. Enak dan tidak kalah dengan kopi lainnya di Kabupaten Malang," ujar Udi peserta dari Pagak yang rela antri terbilang lama.

Pendapat yang sama juga dilontarkan oleh peserta lainnya. Dimana, mereka mengakui cita rasa kopi merah terbilang mewah. 

"Enak, jadinya saya beli beberapa bungkus kopi ini untuk di rumah," ucap Erwin.

Membludaknya peserta untuk bisa menikmati kopi merah Jambuwer, sambil melihat berbagai tayangan video inovasi desa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Malang menjadi bagian dalam kesuksesan BID yang ketiga kalinya dilaksanakan di Kabupaten Malang.


End of content

No more pages to load