Salah seorang pedagang cabai rawit di Pasar Pon Kecamatan Jombang, Hariyanto saat menunjukan cabai rawit dagangannya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Salah seorang pedagang cabai rawit di Pasar Pon Kecamatan Jombang, Hariyanto saat menunjukan cabai rawit dagangannya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Harga cabai rawit di pasaran terus merangkak naik setahun belakangan ini. Bahkan, sepekan terakhir harga cabai rawit mulai menginjak Rp 100 ribu per kilogram.

Tingginya hargai cabai rawit tersebut terpantau di Pasar Pon, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Salah seorang pedagang Hariyanto (48) menuturkan, cabai rawit yang ia jual kini seharga Rp 100 ribu.

Naiknya harga cabai sebesar Rp 100 ribu ini sudah terjadi sejak 2 hari lalu. Sepekan sebelumnya, harga cabai rawit masih di kisaran Rp 85 ribu.

"Minggu kemarin itu Rp 85 ribu, sekarang naik menjadi Rp 100 ribu. Sudah 2 hari ini," terangnya saat diwawancarai wartawan, Sabtu (10/8).

Diterangkan Hariyanto, harga terendah cabai rawit terjadi pada akhir tahun 2018. Saat itu harga cabai rawit masih seharga Rp 25 ribu per kilogram.

Menginjak 2019 hingga bulan Agustus ini, lanjut Hariyanto, belum terjadi penurunan harga sama sekali. Bahkan, setiap bulannya harga cabai rawit cenderung naik.

"Harga Rp 25 ribu itu akhir tahun lalu, berarti sudah 8 bulan. Kalau setiap bulan itu naiknya Rp 20 ribu," ujarnya.

Menurut Hariyanto, penyebab naiknya harga cabai rawit ini lantaran tidak adanya pasokan barang ke para pedagang dan rusaknya cabai karena faktor cuaca. Hal itu dialaminya semenjak sepekan terakhir ini.

"Ini pasokannya kurang, banyak cabai yang mengering juga di sawah karena cuaca panas," tandasnya.

Mahalnya harga cabai ini juga dirasakan oleh pedagang lainnya, Sumarni (50). Ia mengaku omzet penjualan cabai rawit menurun akibat mahalnya harga cabai.

"Penjualannya ya menurun. Dulu itu sehari habis 70 kilogram sekarang cuman 40 kilogram," bebernya.

Sementara, mahalnya harga cabai rawit itu juga diharapkan para pembeli di pasar agar cepat kembali normal.

Salah seorang pembeli, Fani Yuli (38) warga Mojosongo, Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek mengatakan, mahalnya harga cabai ini disiasatinya dengan cara mengurangi pembelian. Yang biasanya sehari-hari membeli 0,5 kilogram cabai, diturunkan menjadi 1 ons cabai.

"Ya keberatan kalau harganya mahal. Ya semoga cepat normal kembali," pungkas wanita yang setiap hari berjualan nasi di rumahnya.(*)