Kepala Badan Keuangan Kota Batu (BKD) Kota Batu, Eddy Murtono. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kepala Badan Keuangan Kota Batu (BKD) Kota Batu, Eddy Murtono. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Hingga 31 Juli 2019, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Batu masih belum terpenuhi. Dari target Rp 19,5 miliar baru terealisasi 87,99 persen atau Rp 17,1 miliar. 

Total keseluruhan wajib pajak (WP) di Kota Baru adalah sebanyak 92.665 WP di tiga kecamatan yakni Batu, Junrejo, dan Bumiaji. Di Kecamatan Batu, ada 13.444 WP yang belum bayar, dari total 36.517 WP.

Lalu di Kecamatan Bumiaji dari 31.849 WP belum bayar 11.212 WP. Dan Kecamatan Junrejo dari 24.299 WP belum membayar sebanyak 10.001 WP.

Dengan demikian jumlah WP yang banyak belum melakukan pembayaran itu ada di Kecamatan Batu. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Eddy Murtono mengatakan, adanya masyarakat yang belum melakukan pembayaran itu bisa saja dikarenakan kesibukan pekerjaan.

“Ketika orang sibuk bekerja mereka lupa untuk melakukan kewajibannya ini,” kata Eddy. Untuk itu, agar mencapai target kepala desa atau lurah rutin ke masyarakat.

Misalnya saat agenda tertentu bisa sambil mengingatkan kepada masyarakat untuk membayar pajak. Lalu  BKD Kota Batu untuk melakukan pelayanan satu kecamatan satu mobil. Untuk mempermudah masyarakat membayar PBB. 

“Kami juga akan mengirimkan surat agar pihak desa/kelurahan segera memberi tahu warga yang belum membayar pajak,” imbuhnya.

Menurut Eddy nantinya bagi WP yang terlambat akan dikenakan denda administrasi senilai 2 persen setiap bulannya dari jumlah WP yang harus dibayar. Jumlah tersebut dinilainya sangat ringan.