Suasana depan Kafe Triangle yang tampak masih sepi. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Suasana depan Kafe Triangle yang tampak masih sepi. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Kasus penganiayaan yang dilakukan bos Kafe Triangel bernama Jhonson terhadap salah satu karyawannya saat ini  telah bergulir ke Polres Malang Kota.  Pelaporan tersebut dilakukan setelah mediasi secara kekeluargaan yang dilakukan pihak korban dan pihak Triangle tak menemui kesepakatan.

Soal bagaimana kasus penganiayaan tersebut bisa terjadi, MalangTIMES mencoba mencari tahu kebenaran dan apa penyebab bos kafe melakukan aksi tak manusiawi  itu. Siang tadi, sekitar pukul 14.00 WIB, MalangTIMES dan beberapa awak media mendatangi langsung Kafe Triangle. Dari informasi yang didapat, pelaku Jhonson sering berada di Kafe Triangle Jalan Soekarno-Hatta. 

Tiba di sana, suasana tampak sepi. Hanya terdapat sebuah sepeda motor yang terparkir. Saat itu ternyata memang belum waktunya buka kafe.

Saat masuk ke dalam kafe, didapati suasana juga sepi. Beberapa kali MalangTIMES  memanggil orang yang berada di Triangle. Namun  belum juga terdapat jawaban.

Kemudian, MalangTIMES mencoba masuk lebih ke dalam lagi. Di situ, MalangTIMES kembali memanggil siapa pun yang ada di situ. Dan tak berapa lama, muncullah seseorang yang laki-laki yang merupakan seorang teknisi di kafe tersebut.

Ketika ditanya soal penganiayaan,  laki-laki itu mengaku memang sempat mendengar selentingan mengenai kasus tersebut. Namun saat itu, ia tidak mengetahui pasti kronologi perihal itu.

Saat ditanyai mengenai karakter pelaku Jhonson, ia mengatakan selama ini orangnya selalu bersikap baik kepadanya. Namun dari situ, dia tidak menjelaskan lebih lanjut.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pria yang mengendarai motor, yang kemudian masuk ke dalam. Pria yang diketahui namanya adalah Medi tersebut terlihat  tidak senang ketika ditanyai perihal kasus tersebut.

Ia justru malah mempertanyakan kedatangan MalangTIMES dan menanyakan surat tugas serta mempertanyakan dari mana mengetahui informasi tersebut. Namun, MalangTIMES tetap berupaya untuk mengonfirmasi. Tetapi, pria bernama Medi tersebut tak memberikan jawaban memuaskan.

Ia hanya mengatakan saat ini permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Dan ia  tetap tak menjawab ketika ditanya perihal kasus tersebut yang sudah masuk ke jalur hukum. "Lagi diurus kekeluargaan," ucapnya singkat.

 


End of content

No more pages to load