Kebocoran air Perumda Tirta Kanjuruhan di perum Karanglo Indah yang menurut warga telah berbulan-bulan terjadi tanpa ada penanganan (for MalangTIMES)

Kebocoran air Perumda Tirta Kanjuruhan di perum Karanglo Indah yang menurut warga telah berbulan-bulan terjadi tanpa ada penanganan (for MalangTIMES)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Cara Cerdik PDAM Kabupaten Malang Kuras Dompet Pelanggan  11

Kembali warga menyampaikan keluhannya atas layanan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang. Setelah persoalan yang menimpa Ida Rochani warga Karangploso yang kena tagihan Rp 751 ribu atau 7 kali lipat dari biasanya membayar, kini warga Karanglo, tepatnya di perum Karanglo Indah Blok S yang mulai resah atas bocornya air dari Perumda Tirta Kanjuruhan.

Keresahan warga tersebut dikarenakan kebocoran air telah terjadi beberapa bulan dan tidak ada penanganan sama sekali dari pihak Perumda Tirta Kanjuruhan. Air yang bocor, walaupun tidak begitu besar, tapi terjadi terus menerus akhirnya meluber ke jalanan perum Karanglo sejak beberapa hari lalu.

Informasi keluhan warga masuk ke MalangTIMES.com melalui beberapa pesan singkat dan kiriman foto dari Magda, salah satu keluarga dari warga perum Karanglo Indah. Sebelumnya warga juga mengirimkan keluhannya di situs pelayanan pengaduan publik Malang.

 

 

Dirinya menyampaikan, di wilayahnya terjadi kebocoran air PDAM (kini Perumda Tirta Kanjuruhan). "Di Perum Karanglo indah Blok S, terjadi kebocoran air. Minta tolong PDAM segera ditangani itu. Eman-eman (sangat disayangkan, red) air bocor sudah berbulan-bulan," kata Magda, Jumat (09/08/2019) kepada MalangTIMES.com.

Tidak hanya menginformasikan hal tersebut, Magda juga mengungkapkan, bahwa kebocoran air Perumda Tirta Kanjuruhan yang terus mengalir, takutnya akan memakan korban kecelakaan. "Kasian kalo ada korban, karena jalanan licin. Air PDAM bocor terus. Tidak besar bocornya tapi ini sudah lama terjadi dan terus menerus mengalir dari dalam tanah," ujarnya.

Menjadi miris, kebocoran air bersih di musim kemarau yang mengakibatkan berbagai desa di wilayah Kabupaten Malang kekeringan. Serta membuat warganya harus menunggu air bersih yang disuplai oleh Pemkab Malang. Tapi, di wilayah lain karena tidak adanya tanggapan cepat pihak Perumda Tirta Kanjuruhan, membuat air bersih yang begitu penting bagi sebagian warga terbuang cuma-cuma. "Katanya masyarakat disuruh hemat air, tapi ada kebocoran sudah lama pihak PDAM tidak menanggapi keluhan warga. Ini jadinya kan PDAM sendiri yang tidak hemat air," protes Magda.

Disinggung terkait pelaporan adanya kebocoran air yang berada di dalam tanah tersebut kepada pihak Perumda Tirta Kanjuruhan. Magda menceritakan warga telah berkali-kali melaporkan via telepon ke Perumda Tirta Kanjuruhan. "Tapi tidak ada tindakan atau penanganan dari PDAM. Bahkan, dari informasi  pekerja di sana, kalau para bos belum memberi komando ya tidak jalan. Kok ya enggak banget PDAM ini," pungkasnya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load