Struk bukti pembayaran milik Ida Rochani yang mengalami lonjakan tidak wajar (Foto : Irsya Richa/MalangTIMES)

Struk bukti pembayaran milik Ida Rochani yang mengalami lonjakan tidak wajar (Foto : Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


Cara Cerdik PDAM Kabupaten Kuras Dompet Pelanggan  2

Kaget, mungkin itu yang dirasakan oleh Ida Rochani warga Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang begitu mengetahui tagihan pembayaran Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) pada bulan Juni lalu.

Untuk tagihan Juni itu, Ida melakukan pembayaran di sebuah loket di kawasan rumahnya.

Kemudian petugas menyodorkan struk pembayaran dengan jumlah tagihan sebesar Rp 751 ribu dengan pemakaian 214 meter kubik.

Hal ini jelas membuatnya kaget. Karena angka tagihan yang tertera pada bulan itu naik drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya. Padahal, penggunaan air di rumahnya hanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Seperti mandi, kebutuhan masak, dan sebagainya. Sementara,  yang memanfaatkan air di rumahnya hanya Ida dan ketiga anaknya yang masih kecil. 

“Saya kaget waktu bayar di loket dapat tagihannya segitu, padahal saya pakainya untuk empat orang aja,” kata Ida.

Mengetahui tagihan tersebut, tentu Ida pun bingung sehingga petugas loket pembayaran memberi saran agar ia membayar setengahnya saja.

Ida pun memutuskan untuk membayar Rp 341 ribu yakni untuk 100 meter kubik. “Jadi bulan Juni itu saya akhirnya bayar setengahnya saja daripada panjang urusan,” imbuhnya.

Perempuan 31 tahun itu menjelaskan sejak tiga tahun ia  menempati rumah kontrakannya itu tidak pernah mendapat tagihan yang di luar kewajaran tersebut.

Bulan-bulan sebelumnya, ia hanya rata-rata membayar mulai Rp 60 ribu dan tertinggi Rp 100 ribu. 

Ia bercerita misalnya pada April 2019 lalu, Ida hanya membayar Rp 82 ribu dengan pemakaian 29 meter kubik untuk golongan rumah tangga A3.

Lalu pembayaran bulan Maret mendapatkan tagihan sebesar Rp 68 ribu dengan pemakaian 24 meter kubik. 

Kemudian tagihan di bulan Februari sebesar Rp 80 ribu dengan pemakaian 28 meter kubik. Dan bulan Januari 2019 dengan total tagihan Rp 100.400.

Bisa jadi bukan hanya Ida yang mengalami kasus serupa. Banyak pelanggan lain yang mengaku mengalami kasus yang sama namun diam karena mereka bingung harus menyampaikan ke siapa. 

Sementara, saluran aspirasi yang disediakan lewat situs Lapor tidak dijalankan secara baik. Aspirasi yang masuk ke situs tersebut tidak pernah mendapat tanggapan dari PDAM Kabupaten Malang yang kini namanya sudah berubah menjadi Perumda Tirta Kanjuruhan. 


End of content

No more pages to load