Dua tersangka pembobol rumah kosong dengan barang bukti uang dan perhiasan yang diambil.

Dua tersangka pembobol rumah kosong dengan barang bukti uang dan perhiasan yang diambil.



Terbentur kebutuhan untuk biaya nikah, seorang pemuda nekat mencuri di rumah mantan juragannya. Uang ratusan juta rupiah, perhiasan dan sejumlah barang berharga lainnya berhasil digasak. Namun belum sempat pelaku menikmati hasil kejahatannya, aparat kepolisian sudah berhasil menangkapnya. 

Tersangka diketahui bernama M. Alqodiri (25), warga Dusun Dadapan Utara, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. Pemuda ini melakukan aksi pencurian bersama seorang temannya yang bernama Bambang Sugito (30), warga Dusun Pangestulan, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. Sedangkan korbannya adalah Sugeng Prayogo (68), warga Jl A. Yani 112, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi.

Aksi pencurian ini dilakukan pada Minggu (4/8/19) sekitar pukul 01.00 WIB. Awalnya kedua pelaku memarkir mobil Toyota Agya P 1911 VW di gang sebelah rumah korban. Selanjutnya pelaku menaiki pagar dengan menggunakan tangga yang sudah dipersiapkan. “Pelaku melaksanakan kegiatan tindak pidana dengan cara membongkar genteng kemudian masuk dan merusak plafon rumah,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Kamis (8/8/19).

Karena kondisi rumah sedang kosong ditinggal pemiliknya dan tersangka mengetahui tempat-tempat penyimpanan yang ada di rumah korban sehingga korban dengan leluasa beraksi. Tersangka kemudian membongk semua tempat penyimpanan barang berharga dan merusak berangkas. Para pelaku berhasil membawa sejumlah uang tunai, perhiasan, jam tangan, kamera milik korban. “Pelaku juga sempat merusak CCTV yang ada di pekarangan rumah untuk mengaburkan aksinya  tersebut,” terangnya.

Aksi pencurian ini terungkap setelah polisi melakukan olah TKP. Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi beberapa petunjuk yang didapatkan di TKP. Petugas kepolisian juga melakukan pemeriksaan CCTV bersama korban. Dalam pemeriksaan CCTV, korban mengenali salah satu pelaku adalah mantan karyawannya.

Berbekal informasi itu, polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sehari kemudian, yakni 5 Agustus, pelaku M. Alqodiri berhasil ditangkap tim Resmob Polres Banyuwangi di Bali. Sedangkan tersangka Bambang Sugito ditangkap di rumahnya. 

Kedua tumit tersangka Bambang Sugito diketahui dalam kondisi patah karena meloncat dari atas tembok saat meninggalkan rumah korban. “Selesai melakukan aksinya, tersangka loncat dari ketinggian tembok. Jadi akhirnya mengalami patah kaki. Karena aksi ini sempat dipergoki tetangga rumah korban,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai jumlah totalnya sekitar Rp 480 juta, sejumlah perhiasan, sejumlah uang kertas mata uang yuan, sebuah travel bag, linggis, obeng, tang, beberapa potong pakaian HP merek Oppo type F 11 Pro, selembar bukti transfer senilai Rp 60 juta dan mobil Agya yang digunakan pelaku saat beraksi.

Barang bukti hasil pencurian, lanjut Kapolres, seluruhnya dibawa tersangka Alqodiri ke Bali. Sebagian uang itu sudah sempat di transfer kepada kekasih pelaku. Ada juga yang digunakan untuk membeli HP dan sejumlah pakaian.

 “Motif pencurian ini di latar belakangi pelaku berencana melakukan pernikahan dengan pacarnya yang ada di Bali. Aksi pencurian ini sudah direncanakan 3 hari sebelumnya,” pungkasnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (3) ke 3, 4, 5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Keduanya kini diamankan di rumah tahanan Polres  Banyuwangi.

 


End of content

No more pages to load