Bupati Salwa dengan Visi Bondowoso Melesat (Foto:Indra Setiawan/BondowosoTIMES)
Bupati Salwa dengan Visi Bondowoso Melesat (Foto:Indra Setiawan/BondowosoTIMES)

Sorak-sorai rakyat Bondowoso menyambut Pelantikan Sekretaris Daerah yang baru, H. Syaifullah, SE, M.Si. Menandakan harapan baru terealisasinya Visi Bondowoso Melesat sebagai jargon andalan Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang dinahkodai Kiyai Salwa Arifin selaku bupati.

Beragam komentarpun datang silih berganti dari warga yang cangkruan di warung kopi hingga warganet yang aktif di sosial media, salah satunya dari akun Facebook Idham Ha.

"Pertama kali dalam sejarah, pemimpin Bondowoso, asli putra daerah. Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Semoga selalu dalam bimbingan Allah SWT. Selamat dan sukses menuju Bondowoso Melesat dalam Bingkai Iman dan Taqwa", tulisnya di grup Suara Rakyat Bondowoso (SRB).

Namun, tampaknya harapan netizen tersebut masih jauh panggang dari api. Pasalnya, pasca dilantiknya Sekretaris Daerah Definitif 30 Juli 2019 lalu, masih menyisakan beberapa persoalan.

Salah satunya kegaduhan jelang pelantikan yang berbuntut panjang pada pengunduran diri Kepala BKD Bondowoso, Alun Taufana Sulistyadi.

Ironisnya, bukannya melerai konflik. Wakil Bupati, Irwan Bakhtiar justru pasang badan. Kepada awak media pihaknya menyatakan akan secepatnya mengambil langkah berupa konsolidasi atas nama Bupati/Wakil Bupati.

"Kondisi yang kita bangun saat ini, telah terusik oleh sikap arogansi dari Sekda", keluhnya.

Kontras dengan Wabubnya, Bupati Salwa sedari pelantikan dan sesudahnya, selalu mengimbau semua pihak, agar menyudahi pertengkaran para elite yang mengemuka ke tengah publik.

Saat ditanya wartawan perihal pengunduran diri yang diawali dengan intimidasi Sekda terhadap Kepala BKD, beliau hanya berseloroh "bagaimana saya tahu soal itu, mungkin saja itu salah persepsi", ujarnya. 

Melihat fenomena ini, beragam tanggapanpun disuguhkan para netizen, mulai dari yang bernada nyinyir hingga bernada kecaman terhadap perilaku elite yang sedang bertikai. Berikut pernyataan warganet di Sosial Media :

"Dari sini bisa disimpulkan, kalau ada dua matahari terbit di langit Bondowoso", tulis akun Hati Ja di grup BONDOWOSO IJEN.

"Tidak akan tercapai Bondowoso melesat, kalau banyak ancaman", tulis akun Ageng J M.

"Pak Irwan, posisinya apa ya? LSMkah, Perskah? Hihihhihihi", tulis akun Jamal Bond sembari membagikan tautan ke grup Suara Rakyat Bondowoso (SRB).

"Pengancaman dibunuh sudah termasuk Hukum Pidana. Monggo dilaporkan ke Polres Bondowoso", tulis akun Moh Ishak di grup BONDOWOSO IJEN.

"Kalau ada ancaman kriminal, lapornya ke Polisi bukan ke Bupati, apah keng modus riah perak (apa hanya sekedar modus ini - Red) akibat rasa kecewa? Jadi tanda tanya", tulis akun Neng Ulfa di grup BONDOWOSO IJEN.

"Menunggu surat pengunduran diri massal dari Pegawai BKD", tulis akun Aditya Purwanto Pur di grup Suara Rakyat Bondowoso (SRB).

"Dengan senang hati, kami harap Surat Pengunduran dirinya dan Pensiun Dininya dari ancaman ASN yang viral di meja Bupati. Jangan OmDo (Omong Doang)! Jangan CaLo (Caca mLoloh/Kebanyakan Omong - Red)! Talk Less do More!", tulis akun Marwa Al Habsy di grup Suara Rakyat Bondowoso (SRB).

"Lebih cepat mundur, lebih baik! Ada info tidak hanya Kepala BKD yang mengundurkan diri, tapi ada beberapa Kepala OPD yang juga akan mengundurkan diri, bahkan beberapa staf juga akan pensiun dini. Semoga info itu benar, dengan begitu, daerah bisa berhemat, reformasi birokrasi bisa dilakukan dengan cepat tanpa peras keringat dan sekaligus kabar gembira bagi Honorer K2 untuk segera direkrut sebagai ASN", tulis akun Ramli Arul di grup Suara Rakyat Bondowoso (SRB).

"Saya sebagai Rakyat Kecil "orang tanih bungkalatan" (petani miskin - Red) heran saja dengan kegaduhan bapak-bapak pejabat tinggi Kabupaten Bondowoso. Pertanyaan yang ada di benak saya, kok sampai bapak calon Sekda waktu itu marah-marah kepada pegawai BKD? (seperti rekaman yang tersebar) dan dibalas dengan aksi ASN BKD yang mau mundur dari jabatannya? Ini menurut pandangan rakyat kecil seperti saya, bukan sikap bapak-bapak pemimpin rakyat, tapi persis anak kecil yang egoismenya tinggi. Hehehehehehe, padahal rakyat menunggu janji kampanye SABAR (pasangan SALwa arifin - irwan BAhtiaR - Red), bukan atraksi lenong bocah", tulis akun Mannan Nrlly Salim di grup BONDOWOSO IJEN.

"Belakangan ini kota tape dan republik kopi, pemerintahnya disibukkan soal-soal teknis seperti kasus pemalsuan TTD Bupati, pelaksanaan HARJABO yang mengundang kontroversi dan banyak kritikan dari masyarakat, honor guru ngaji yang makin ketat persyaratannya, kemudian ajudan rangkap jabatan, kasus penetapan Ketua PMI Cabang Bondowoso, lalu Sekda marah-marah yang berujung pengunduran diri Kepala BKD. Kenapa hal teknis seperti ini harus terjadi? Di saat masyarakat menunggu program kerja pemerintahan yang baru ini", tulis akun Ijunk Zulkifli Fairuz di grup Suara Rakyat Bondowoso (SRB).