Kebakaran di kawasan Gunung Arjuna. (Foto: istimewa)

Kebakaran di kawasan Gunung Arjuna. (Foto: istimewa)


Editor

Heryanto


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Sekretaris Daerah Zadiem Efisiensi, dan Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Achmad Wahyudi melakukan koordinasi penanganan kebakaran hutan Gunung Arjuna.

Koordinasi itu dilakukan di Balai Kota Among Tani, melihat kondisi Gunung Arjuna yang kembali terbakar. 

Padahal, kebakaran yang terjadi Minggu (28/7/2019) itu sudah selesai pada Senin (29/7/2019).

Dan kembali membara pada Selasa (30/7/2019), hingga saat ini Rabu (31/7/2019) Gunung Arjuna masih belum padam. 

Hasil dari koordinasi itu yakni rencananya akan dilakukan penanganan kebakaran hutan Gunung Arjuna menggunakan waterboombing.

Juga dilakukan penetapan status tanggap darurat.

“Lalu belum dapat memobilisasi instansi lain. Sebab harus memperhatikan keselamatan kerja, mengingat medan yang cukup curam,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Kemudian terkait dengan peralatan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang masih terbatas. 

Selain itu juga, Tahura belum memiliki pos pantau.

“Sehingga akan direncanakan akan segera dibangun pos pantau Gunung Arjuna,” imbuhnya.

Juga melakukan peningkatan kapasitas porter yang berada di Jalur Sumbergondo. 

“Harapannya, porter dapat membantu untuk pemadaman api, jika terjadi kebakaran hutan,” harap istri Eddy Rumpoko ini.


End of content

No more pages to load