Press Release sabu jaringan Sokobanah-Madura

Press Release sabu jaringan Sokobanah-Madura



Desa Sokobanah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura mendadak terkenal karena jadi pusat peredaran sabu di Jawa Timur. Sabu dengan berat 50 kilogram disita dari jaringan Sokobanah ini oleh pihak Ditreskoba Polda Jatim dalam press release Rabu (31/7) siang.

Sabu itu langsung dimusnahkan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Hadir langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Wisnoe Prasetija Boedi dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjanto.

Dalam sambutannya, Kaploda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, pemusnahan narkoba tersebut milik sindikat Kecamatan Sokobanah, Kab. Sampang. Narkoba itu dikirim dari Malaysia menuju ke Pontianak, melalui jalur laut, darat, dan udara. Lalu dikirim ke Surabaya, kemudian masuk ke Sokobanah, Madura. 

“Dari Sokobanah, baru didistribusi lagi ke beberapa kota, ada yang kembali lagi ke Jakarta, ke Papua, sementara di Jatim, daerah tujuannya diantaranya adalah Sampang, Pamekasan, dan Jember. Intinya, didistribusikan sesuai dengan permintaan para bandar yang tersebar di Indonesia.” Jelasnya. 

“Modusnya, dikemas dalam kaleng cat. Barang kiriman dari Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Malaysia itu, akan dikirim ke sejumlah daerah tersebut. Penyelidikan kasus narkoba ini, membutuhkan waktu cukup panjang. Sebab jaringan narkoba internasional ini mengirim barang secara kontinu sampai lima kali,” lanjutnya. 

Kapolda Luki menambahkan,pengungkapan narkoba senilai Rp 10 miliar ini, merupakan hasil penyelidikan bersama dengan berbagai pihak, baik kepolisian, bea cukai, BNN, dan TNI yang dimulai sejak bulan Februari 2019 lalu. 

Hasil penyelidikan itu menghasilkan fakta, bahwa para pelaku telah mengirimkan barang haram tersebut setiap bulannya. Tercatat, para pelaku mengirimkan barang dari bulan Februari, Maret, April dan terakhir bulan Juli ini. Lebih lanjut disampaikannya, menurut informasi tim Bea dan Cukai Tanjung Perak dan kepolisian, pengiriman barang haram ini mencurigakan karena dikemas dalam kaleng cat bekas. “Selain tong cat bekas atau sudah pernah dibuka, pengiriman impor barang mencurigakan karena jumlahnya sedikit,” pungkasnya. 

Sementara itu Direktur Ditreskoba Polda Jatim Kombes SG Manik, menambahkan sebelumnya tim satgas telah memonitor adanya  pengiriman kembali narkotika jenis sabu yang dikirim dari jaringan Myanmar-Malaysia-Pontianak-Jakarta-Surabaya melalui jasa pengiriman atau ekspedisi.

Pada awal Juli di Perum Permata Taman Palem blok A5/ 16 Jakarta Barat, tim satgas menangkap dan mengamankan  tersangka Peter Kristiono  dan menemukan narkotika jenis sabu yang dimasukkan dalam galon cat dengan berat kurang lebih 11,5 kg.

Dari hasil penangkapan Peter, lalu  tim Satgas melakukan upaya pengembangan lanjutan melalui komunikasi Peter. Informasinya  bahwa akan ada pengiriman kembali  sabu yang dimasukkan di dalam galon cat (Pola yang sama) dari jaringan Myanmar-Malaysia-Pontianak-Surabaya-Madura.

Dari informasi itu lalu Kamis 25 juli 2019 tim Satgas berangkat menuju kota Pontianak untuk melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya jumat 26 di Kota Pontianak, Tim Satgas menangkap Tersangka Nie Albert Handiono Niharjo sebagai penerima. Dan berhasil ditemukan barang bukti berupa 48 galon cat diduga berisi narkotika jenis Sabu 11,130 kg (berdasarkan hasil penimbangan ).

Hasil interogasi, tersangka Nie mengakui perbuatannya telah menerima 48 galon cat berisi sabu dengan dikendalikan oleh seseorang berinisial BS dengan diberikan uang jalan sebesar Rp 8 juta pada saat di Surabaya dan tambahan Rp 5 juta saat di Pontianak (total Rp 13 juta). Serta dijanjikan komisi uang lebih besar lagi jika sabu tersebut sampai Surabaya (komisi sebesar Rp 200 juta).

Kini, tersangka dan barang bukti sudah diamankan  guna penyidikan lebih lanjut. Dan atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load