Fahri Hamzah Minta Jokowi untuk cepat bertindak dan bekerja (Ist)

Fahri Hamzah Minta Jokowi untuk cepat bertindak dan bekerja (Ist)



Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Fahri Hamzah kembali melancarkan kritiknya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali terpilih menjadi presiden periode 2019-2024. 

Kritik Fahri dimulai terkait pernyataan Jokowi yang akan melakukan berbagai gebrakan gila di periode keduanya ini. Dimana, dalam berbagai media disampaikan, bahwa Jokowi tidak lagi memiliki beban di periode keduanya dalam mengambil berbagai kebijakan gila.

"Saya dalam lima tahun ke depan Insya Allah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi Keputusan-keputusan yang gila-gila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kita kerjakan," ucap Jokowi, beberapa waktu lalu.

Bertolak dari hal itulah, Fahri mempertanyakan pernyataan Jokowi itu. "Pak Jokowi kan mengatakan saya akan gila. Tidak ada lagi cebong dan kampret. Maka tidak ada lagi waktu pak Jokowi untuk menunggu. Krisis ekonomi sudah di depan ini," katanya, Selasa (30/07/2019) malam dalam acara ILC.

"Kenapa tidak jadi orang gila sekarang saja. Kerjakan semua PR kita semua ini. Sekarang waktunya, tidak perlu menunggu kabinet baru terbentuk hanya untuk memecat menteri yang tidak becus bekerja," lanjutnya secara tegas.

Kritik Fahri senada dengan pernyataan Sandiaga Uno di acara yang sama. Dimana, Jokowi tidak perlu menunggu sampai Oktober untuk bekerja. "Pak Jokowi bisa pilih menteri sekarang dan bisa melakukan apa yang dijanjikan kemarin. Kenapa harus menunggu, masyarakat yang menunggu atas semua janji-janji di pilpres 2019," ujar Sandiaga.

Pernyataan Sandiaga dan Fahri dipicu dengan berbagai manuver partai politik terkait kursi kabinet Jokowi-Ma'ruf yang terlihat berlarut-larut dan tidak memiliki dampak positif bagi masyarakat.

"Orang kampung tanya ke saya, itu elite-elite di Jakarta ini sudah sebulan ini kiri kanan-kiri kanan, manfaatnya buat kami ini apa ya?," ucap  Fahri yang berharap Jokowi bisa lekas bertindak untuk merombak pemerintahan demi menciptakan kehidupan bernegara yang baru dan  lebih baik.

Politikus asal Nusa Tenggara Barat lulusan Universitas Indonesia (1992-1997) ini memberikan kritik kepada Jokowi agar segera bertindak tegas untuk pemerintahan, bukan fokus pada konflik yang tidak penting.

"Kumpulkan anak bangsa, persatukan kita semua, kita tinggalkan ini konflik-konflik kayak begini yang memang tidak ada, kita bereskan masalah ke depan, begitu caranya," ucapnya yang secara tegas mengatakan, dirinya tidak ingin pemerintahan Jokowi tumbang.

"Jangan ada orang yang ingin Jokowi tumbang, emang kalau tumbang cuma pemerintah aja yang susah? kita juga susah pak? kita nggak boleh begitu, dia sudah terpilih, bentar lagi dilantik, silahkan jalan kita yang dari luar ini mengawasi agar tidak sampai bengkok," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load