Pak Kepz Vokalis Gang Bontoe saat menggarap sablon di rumahnya.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Pak Kepz Vokalis Gang Bontoe saat menggarap sablon di rumahnya.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Masih ingat dengan grup musik reggae Gang Boentoe? Setelah lama tak terdengar kabarnya karena masing-masing personel sibuk dengan kehidupan masing-masing. Salah satunya Alip atau akrab disapa Pak Kepz, vokalis Gang Boentoe yang satu ini memang bisa dibilang tidak bisa lepas dari seni.

Meski saat ini job manggung terbilang jarang, lelaki ramah berwajah damai ini punya aktivitas lain yang masih berhubungan dengan dunia seni.

Yang tidak banyak diketahui orang, saat ini Pak Kepz diketahui tengah fokus menekuni bisnis skala rumahan, yakni usaha percetakan sablon di rumahnya di Dusun Kledan, Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Lewat kegiatan itulah ia menuangkan kreativitas dan jiwa seni yang dimilikinya sejak kecil.

“Perform kita tetep, tapi seiring berjalannya waktu ya kita semakin bijak aja, kita masing-masing personel mulai menekuni bisnis masing-masing. Untuk perform sebenernya kita tetep, tapi semakin bijak aja, kita untuk perform kadang masih pikir-pikir. Karena, mengumpulkan crew Gang Boentoe yang berjumlah 15 orang, mulai dari driver, crew alat dan personel untuk sekali tampil itu tidak mudah,” ungkap pentolan Gang Boentoe saat ditemui BLITARTIMES Minggu (28/07/2019).

Oleh karena itu lanjut dia, untuk mengisi kesibukan, Pak Kepz lebih menekuni bisnis sablon yang sudah dirintisnya sejak tahun 2003 yang lalu. Dengan mendirikan percetakan Gandrung Budaya Foundation (GBF) ia menuangkan karya ilustrasinya itu pada pakaian berupa kaos atau jaket dengan teknik sablon manual menggunakan screen cetak saring dan tinta sablon.

“Dulunya memang punya basic jiwa desain. Jadi awalnya dulu ikut kursus sablon di Malang karena memang dulu teknologi informasi gak secepat sekarang, jadi setelah lulus SMA ikut kursus selama 8 bulan dan mulai menekuni usaha sablon atau cetak saring ini sejak sekitar tahun 2003,” kata Pak Kepz.

Meski tidak setenar nama grup band Gang Boentoe, akan tetapi vokalis Gang Boentoe sekaligus anggota pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Blitar ini mengaku cukup nyaman dengan kesibukannya yang sekarang. Selain tetap bergerak di bidang seni yang sudah menjadi dunianya sejak kecil, ia merasa lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar karena bisa menularkan ilmu dan pengalaman dimilikinya.

Uniknya, bahkan karyawan yang membantunya dalam menjalankan usahaya justru didorong untuk bisa segera mandiri dan membuka usaha sendiri seperti dirinya.

“Untuk yang membantu disini mungkin sekitar tiga orang saja dan yang bermitra dengan sini seperti penjahit, konveksi dan lain sebagainya sekitar sepuluh tempat. Untuk karyawan di sini sengaja saya batasi sampai tiga tahun dan saya dorong untuk mandiri. Bagi siapapun yang pengen gabung pengen belajar bareng di sini, saya welcome, saya gaji dan saya dorong untuk mandiri,” terangnya.

Menurutnya, dengan mendorong karyawannya untuk mandiri, Pak Kepz berharap nantinya jaringan usahanya akan semakin luas, memperbanyak lapangan kerja dan membawa kesuksesan bersama.

Dari usaha rumahan yang ditekuninya tersebut, saat ini Pak Kepz bisa meraup omset sekitar 20-30 juta per bulan, tergantung sepi dan ramenya pesanan.

“Seperti pada bulan-bulan Juli dan Agustus dan peringatan hari-hari besar nasional seperti ini pesanan rame sekali, untuk omset bahkan bisa hingga 50 juta bahkan bisa lebih,” sambungnya.

Untuk memesan kaos sablon buatannya Pak Kepz membandrol harga yang cukup terjangkau, mulai Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per sekali desain dengan ketentuan pesanan minimal 12 pcs sekaligus. Oleh karena itu, kebanyakan ia melayani pesanan dari kantor-kantor, organisasi maupun komunitas-komunitas di Blitar dan sekitarnya.(*)