Ilustrasi razia tilang terhadap kendaraan roda dua yang dilakukan Satlantas Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Ilustrasi razia tilang terhadap kendaraan roda dua yang dilakukan Satlantas Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Malang selalu didominasi oleh pengendara sepeda motor. Hal ini terbukti dari catatan kepolisian, tercatat ada lebih dari 2.000 pengendara yang terjaring razia pada tiga bulan belakangan.

”Dari update data terbaru yang kami himpun, jumlah pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor pada bulan april hingga juni lalu sebanyak 2.289 pengendara,” kata Kasat Lantas Polres Malang, AKP William Thamrin Simatupang, Sabtu (27/7/2019).

Dari jumlah tersebut, bulan april menjadi moment dimana para pengendara sepeda motor banyak yang terjaring razia polisi. Saat itu jajaran kepolisian Satlantas Polres Malang menilang sedikitnya 1.101 pengendara yang terbukti melakukan pelanggaran.

Bergeser ke bulan mei, saat itu polisi “menyemprit” 467 pengendara sepeda motor yang terbukti melakukan pelanggaran. Terakhir, di bulan juni lalu anggota korps berseragam coklat ini menilang sedikitnya 721 pengendara. ”Kebanyakan pelanggaran yang berujung surat tilang ini, lantaran pengendara sepeda motor tidak memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) C (kategori untuk sepeda motor),” sambung anggota polisi yang akrab disapa William ini.

Perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini menambahkan, jika di rata-rata para pengendara sepeda motor yang ditilang lantaran tidak memiliki SIM C ini dialami oleh kalangan pelajar. ”Jika dirata-rata lebih dari 55 persen pengendara sepeda motor yang kami tilang, dilakukan oleh kalangan pelajar SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas),” pungkasnya.


End of content

No more pages to load