Ilustrasi pameran di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi pameran di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Pajak Hiburan menjadi salah satu kategori pajak yang memperoleh pendapatan dengan jumlah tertinggi. Pada tahun 2019, sektor pajak hiburan diproyeksikan bakal memperoleh pendapatan mencapai Rp 7.865.000.000.

Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Dr Purnadi menuturkan, hingga bulan Juli 2019 target dari pajak hiburan sudah terealisasi sekitar 50 persen. Jika dinominalkan setara dengan Rp 3,8 miliar. ”Target kami hingga akhir tahun pajak hiburan minimal bakal memperoleh pendapatan lebih dari Rp 8 miliar,” terang Dr Purnadi.

Sebagai tambahan informasi, pada tahun 2018 pajak hiburan mendulang surplus hingga 13 persen dari target yang ditentukan. Dimana dari target yang hanya dipatok Rp 7.293.000.000. Bapenda Kabupaten Malang dapat meraup pendapatan mencapai lebih dari Rp 8,2 miliar. ”Meski tahun ini target pajak hiburan mengalami peningkatan Rp 572 juta dari tahun sebelumnya, tapi kami tetap optimis jika pajak hiburan bakal kembali mendulang surplus,” tutur Dr Purnadi.

Guna mencapai upaya tersebut, lanjut Dr Purnadi, pihaknya bakal mengoptimalkan 9 kategori yang selama ini menyokong pendapatan pajak hiburan. Kesembilan poin itu adalah Pajak tontonan film/bioskop, pagelaran kesenian (musik, tari, dll), pameran, karaoke, sirkus (akrobat dan sulap), pacuan kuda, permainan ketangkasan, panti pijat dan refleksi, serta pajak hiburan pertandingan olah Raga.

”Dari sembilan kategori tersebut, hanya dua potensi yang kurang maksimal di Kabupaten Malang. Yakni sirkus dan pacuan kuda, sedangkan pajak pameran potensinya terbilang cukup besar jika diandingkan dengan kategori lainnya,” terang pria yang identik mengenakan kaca mata ini.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini menambahkan, pajak pameran di tahun 2019 ini ditarget bakal menyumbang pajak hiburan mencapai Rp 6,5 miliar. Dari jumlah tersebut, hingga bulan Juli Bapenda Kabupaten Malang memperoleh pendapatan mencapai lebih dari 3,1 milyar.

”Tahun 2018 lalu, kategori ini (pajak pameran) mampu melebihi target. Dimana saat itu mendapat penghasilan mencapai Rp 7 miliar dari target yang hanya sekitar Rp 6 miliar. Dengan capaian semacam ini, kami yakin pajak hiburan bakal segera terpenuhi sebelum akhir tahun 2019,” pungkasnya.