Ilustrasi pengeroyokan (Shutterstock/tss)

Ilustrasi pengeroyokan (Shutterstock/tss)



Seorang perempuan bernama Kartika O.B.A (19), warga Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, bernasib apes. Sebab, saat asyik nongkrong bersama temannya di depan minimarket, Jalan Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ia tiba-tiba saja dianiaya oleh tiga orang perempuan yang juga teman-teman nongkrongnya tanpa alasan yang jelas (23/7/2019).

Ihwal kejadian tersebut bermula, ketika korban masih berada di rumahnya. Kemudian, terdapat sebuah pesan messenger dari seorang temannya bernama Rizal yang masuk ke media sosialnya untuk mengajak korban nongkrong bersama dikawasan Jalan Halmahera, Kota Malang.

Tanpa curiga, lantas korban mendatangi teman-temannya tersebut di Jalan Halmahera sekitat pukul 23.00 wib. Dan saat itu, sudah ada dua orang terlapor, yakni W (17), warga Singosari, Kabupaten Malang dan juga rekannya berinisial N yang juga ikut menganiaya korban.

Beberapa saat setelah korban datang, korban bersama teman-temannya berpindah lokasi didepan sebuah minimarket yang menjadi lokasi penganiayaan. Kemudian tak lama, datang terlapor lain yang ikut bergabung, yakni D. Dan disitu, korban Dan rekannya yang lain, sedang asik mengobrol. Namun tiba-tiba saja D memanggil korban dan langsung terlibat cek-cok dengan korban.

Sementara itu, W yang juga emosi terhadap korban, selanjutnya memukul korban. Setelah itu, kedua terlapor lainnya juga ikut mengeroyok korban. Korban dipukul dan ditendang beberapa kali kearah wajah, perut maupun kepala belakang.

Dari situ, korban mengalami sejumlah luka memar dan lecet pada kelopak mata kiri, serta sakit pada perut maupun leher belakang akibat ditendang para pelaku.
Mendapat perlakuan tersebut, korban tak segera melapor, baru pada tanggal 25 Juli 2019, korban melapor ke Polres Malang Kota mengenai kasus yang menimpanya.

Kasaubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, membenarkan perihal kejadian tersebut. Laporan korban telah diterima pihak kepolisian tanggal 25 Juli 2019, sekitar pukul 09.30 wib.

"Informasi dari unit Reskrim, kasusnya saat ini masih dalam penyelidikan petugas. Baru saja sampai sampai di Kasat Reskrim, saat ini laporannya disposisi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Langkah selanjutnya akan visum korban dan memanggil para saksi, "pungkasnya (26/7/2019)

 


End of content

No more pages to load