Ilustrasi, net

Ilustrasi, net



 Aksi kejahatan yang melibatkan remaja di bawah umur kembali terjadi di Tulungagung. Kali ini kasus pencabulan.

Korban bernama Bunga (13). Warga salah satu desa di Kecamatan Tanggungunung itu mengaku dicekoki minuman keras dan kemudian "digarap* dua orang di gubuk. 

"Dua pelaku yang juga masih di bawah umur dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap anak usia di bawah umur," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubaghumas AKP Sumaji, Senin (22/07) siang.

Dua pelaku, sebut saja Temon (16) dan Temin (14), merupakan warga salah satu desa di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. 

Awal kejadian diketahui pada Jumat (19/07) sekitar pukul 18.00 WIB, Bunga pamit ke lapangan dekat sekolahan di Tanggungunung yang merupakan tempat belajarnya.

"Setelah diizinkan pergi oleh orang tuanya, ternyata korban malam harinya tidak pulang hingga hari berikutnya," beber Sumaji.

Karena cemas dengan kondisi anaknya, ayah Bunga yang bernama Sut melakukan pencarian bersama Nok (inisial) untuk mencari keberadaan Bunga. Hasilnya, Sabtu (20/07) pukul 21. 00 WIB, Nok menemukan Bunga di kawasan Pinka, Tulungagung.

"Saat ditemukan, korban ini bersama dua pria dengan dibonceng sepeda motor. Duduk di tengah," ungkapnya.

Nok (18) lalu membawa Bunga serta kedua orang itu, Temon dan Temin, ke rumah orang tuanya di Tanggungunung. "Saat ditanya, korban mengakui diajak minum-minuman keras oleh dua terlapor. Setelah itu, korban dibawa ke sebuah gubuk," kata Sumaji.

Saat di gubuk itu, Temon dan Temin menelanjangi Bunga dan melakukan tindakan pencabulan. Celana korban dilepas, kemudian kedua pelaku memegang (maaf) kelamin korban dan menggesek-gesekkan dengan alat vitalnya.

Mendapatkan pengakuan Bunga, Sut melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan Temon dan Temin ke UPPA Polres Tulungagung "Masih kami lakukan penyelidikan terkait masalah ini," pungkas Sumaji.

 


End of content

No more pages to load