Foto Dokumantasi (MalangTIMES)
Foto Dokumantasi (MalangTIMES)

Empat bulan terakhir, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang salurkan 138.800 kilogram beras. Bantuan Beras Pra Sejahtera Daerah (Rasda) itu pun didistribusikan ke seluruh warga kurang mampu di kota pendidikan ini. Distribusi dilakukan secara menyeluruh di 25 kelurahan dari tiga kecamatan.

Sekretaris Dinsos Kota Malang, Pipih Triastuti menyampaikan, tercatat ada 3.472 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 25 kelurahan dalam 3 kecamatan di Kota Malang. Dengan rincian Kecamatan Blimbing 2 kelurahan, Kecamatan Sukun 11 kelurahan, dan Kecamatan Kedungkandang sebanyak 12 kelurahan.

"Yang diutamakan mendapat bantuan adalah keluarga KPM," katanya pada wartawan belum lama ini.

Perempuan berhijab itu menjelaskan, distribusi beras yang dilakukan pada Maret dan April berlangsung sesuai jadwal. Sementara untuk Mei dan Juni terpaksa diserahkan dobel pada Mei 2019. Lantaran proses lelang baru diumumkan pada Mei 2019.

"Karena lelang diumumkan Mei, jadi penerimaan beras di Mei dan Juni dobel," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Wali  Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan jika program Rasda merupakan realisasi Musrenbang pada tahun 2018 lalu. Hasilmya pun dapat direalisasikan melalui APBD 2019. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

Karena selain program Rasda, Pemkot Malang juga memiliki beberapa program unggulan lainnya. Seperti pemenuhan kebutuhan pokok bagi 600 orang lanjut usia terlantar dan penyandang disabilitas. 

Rencananya juga akan ada program rantang kasih, yaitu pemberian makanan yang sudah matang untuk para lansia. Karena jika memberikan bahan pokok mentah dikhawatirkan lansia masih kesusahan saat harus memasak sendiri.

"Juga akan diberikan fasilitas terapi bagi 200 orang penyandang disabilitas yang kurang mampu atau miskin," imbuhnya.