Ilustrasi
Ilustrasi

Pasangan calon pengantin harus bersiap-siap untuk melakukan tes urine sebelum menikah. Tes urine untuk pasangan calon pengantin baru itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada kandungan narkotika atau tidak pada pasangan calon pengantin yang akan menikah.

Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar Jamil Mashadi mengatakan, syarat tes urine ini bakal diberlakukan mulai Agustus 2019.  Itu sesuai dengan instruksi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur yang telah menjalin kesepakatan dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. Tes urine ini diberlakukan di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, termasuk Kabupaten Blitar.

"Benar. Jadi, untuk menindaklanjuti hal ini, kami akan melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar terkait dengan teknis pelaksanaan," ungkapnya.

Menurut dia, tes urine ini nantinya akan menjadi persyaratan mutlak sebelum kedua pasangan melaksanakan pernikahan. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya peredaran narkotika serta menumbuhkan kesadaran untuk menjauhi narkotika dalam keluarga sejak dini.

"Keturunan dari pasangan yang baru menikah ini yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Untuk itu, perlu adanya pencegahan dini saat kedua pasangan ini hendak membina rumah tangga," papar Jamil.

Selain itu, tes urine ini  untuk mengantisipasi jika salah satu calon pengantin menderita penyakit menular atau penyakit berbahaya sehingga bisa tertangani lebih awal oleh tim kesehatan. Ia mengaku, soal teknis pelaksanaan jika sudah ditetapkan nanti bakal segera disampaikan kepada masyarakat luas.

Jamil menambahkan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar lebih bijaksana menyikapi informasi ini dan mendukung program pemerintah.