Toples-toples plastik berhias decoupage menjadi pilihan banyak perempuan karena keindahannya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Toples-toples plastik berhias decoupage menjadi pilihan banyak perempuan karena keindahannya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Beberapa tahun terakhir, tren decoupage menjadi primadona di berbagai barang kerajinan, fashion, hingga furniture. Tetapi, untuk menjaga koleksi seperti tas, toples kue, hingga baju dengan hiasan decoupage butuh trik khusus agar tetap prima.

Salah satu pengelola Galeri Srikandi, Elita Yuwana mengungkapkan bahwa salah satu kunci menjaga kualitas koleksi decoupage adalah memastikan kondisi barang tetap kering. "Sebenarnya perawatannya mudah, untuk pembersihan cukup dilap pakai kain basah dan dikeringkan," ujarnya. 

Menurut Elita, koleksi decoupage termasuk mudah dalam hal perawatan. Terlebih, produk-produk yang ada di pasaran rata-rata sudah dilapisi dengan vernis yang menjaga agar kedap air, mengilat dan tahan lama. Seperti diketahui, seni decoupage menggunakan bahan dasar kertas bergambar dan lem khusus. 

"Tips perawatan yang lebih spesifik itu bergantung medianya. Kalau toples plastik atau kaca, pakai lap basah. Misal medianya tas rotan atau pandan, kalau kehujanan atau kena air harus segera dikeringkan," tutur perempuan yang menekuni seni decoupage sejak tiga tahun terakhir itu.

Elita mengakui, saat ini persaingan produk decoupage di Indonesia cukup ketat. Sejak menjadi incaran para ibu atau perempuan penyuka gaya shabby chic, banyak bermunculan perajin yang memproduksi kerajinan berhiaskan decoupage. "Kuncinya yaa kami dituntut kreatif, karena gambar decoupage kan rata-rata sama. Tetapi konsumen bisa melihat kualitas dan kreativitas pengaplikasiannya, itu yang jadi pembeda," tuturnya. 

Dia menuturkan, Galeri Srikandi sendiri mewadahi sejumlah perempuan yang menyukai seni decoupage. Selain Elita, terlibat pula dua temannya yakni Fianoel dan Heny sebagai pengelola. 

"Ada beberapa perajin perempuan, jadi galeri ini kumpulan perajin. Ada yang bisa bikin, tapi nggak bisa jual, akhirnya dikumpulkan lalu kalau pameran berangkat bareng," tutur perempuan berhijab itu.

Produknya pun beragam, mulai dari toples, tas, furniture, dekorasi interior dan lain-lain. Rata-rata dibanderol mulai harga Rp 35 ribu sampai Rp 350 ribu. Dalam sehari, para perajin bisa menyelesaikan hingga 25 item decoupage. 

"Kalau pasar lokal, produk kami sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Untuk pasar luar negeri, pernah dibawa ke Pakistan, Dubai, dan Jepang tetapi dikirim langsung ke customer," pungkasnya.