Distribusi kartu debit berlogo GPN terus dipacu di wilayah Malang Raya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Distribusi kartu debit berlogo GPN terus dipacu di wilayah Malang Raya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Perbankan terus memacu penggunaan kartu debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Secara nasional, Bank Indonesia (BI) menargetkan penyebaran distribusi sebanyak 4 juta kartu pada 2019 ini. Di wilayah Malang Raya dan sekitarnya, hingga Juni tercatat ada 537.146 unit yang telah tersebar di masyarakat. 

Resmi diluncurkan sejak Mei 2018 lalu, GPN merupakan sistem yang mengintegrasikan transaksi antar bank. GPN juga memudahkan masyarakat jika ingin melakukan transaksi pembayaran non-tunai menggunakan kartu debit di toko atau merchant.

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor Perwakilan (KPw) BI Malang, Rini Mustikaningsih mengungkapkan, hingga Juni 2019, pihaknya telah berhasil mencatat ratusan ribu kartu GPN yang berhasil didistribusikan. 

"Sosialisasi penggunaan GPN ini masih terus dilakukan. Untuk distribusinya, paling banyak dilakukan bank swasta," tuturnya. 

Rini merinci, bank-bank swasta mencatatkan distribusi hingga 517.155 kartu debit GPN. Sementara, untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) memberikan kontribusi distribusi sebanyak 19.405 kartu GPN yang berhasil didistribusikan. 

"Untuk jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), berhasil mendistribusikan kartu GPN sejumlah 504 kartu," urainya.

Persentase penyaluran kartu GPN dibandingkan kartu non-GPN juga semakin tinggi. Hingga Juni 2019 dari total 557.932 kartu debit yang didistribusikan, meliputi sebanyak 537.146 kartu GPN yang berlogo burung Garuda. Sementara sisanya, sebanyak 20.786 kartu non-GPN yang didistribusikan. 

Pihak KPw BI Malang pun terus menggencarkan sosialisasi untuk penggunaan GPN. Rini menyebut, masyarakat bisa menukarkan kartu ATM lama dengan kartu baru berlogo garuda. 

Kartu tersebut memberikan keunggulan yakni transaksi di berbagai EDC/ ATM bank lain, dan hemat biaya administrasi. Namun, saat ini hanya bisa digunakan untuk transaksi di dalam negeri saja. "Paling tidak, masyarakat memiliki satu kartu berlogo GPN," imbau Rini. 

Perempuan berkacamata itu menambahkan, penggunaan kartu berlogo GPN mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Mereka bisa mengakses kartu ATM dengan logo GPN di seluruh ATM dan terminal pembayaran di dalam negeri. 

"Selanjutnya, masyarakat dapat bertransaksi menggunakan kartu berlogo GPN dengan biaya lebih rendah. Bahkan, khusus bagi penerima bantuan sosial pemerintah, tidak dikenakan biaya pada saat melakukan pencairan," tuturnya.

Sementara, bagi perbankan, kehadiran GPN dapat memperluas akseptasi (penerimaan) nasabah melalui kemudahan akses terhadap seluruh kanal pembayaran. 

"Bank tidak perlu berkompetisi dalam menyediakan infrastruktur kanal pembayaran. Sehingga dapat lebih leluasa dan fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya," pungkasnya.