Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jatim, Heru Tjahjono (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jatim, Heru Tjahjono (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Memasuki musim kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mulai melakukan persiapan dan langkah - langkah antisipasi kekeringan di sebagian wilayah.

Apalagi, ratusan desa di Jatim disinyalir berpotensi mengalami krisis air bersih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jatim, Heru Tjahjono mengatakan mengatasi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang telah dikoordinasikan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Bahkan, pihaknya juga telah melakukan peninjauan ke sejumlah daerah yang berpotensi tinggi mengalami kekeringan.

"Dengan Bu Gubernur, beberapa waktu lalu kami datang ke kabupaten - kabupaten, dan Pemprov akan mengintervensi masalah kekeringan ini. Beberapa hal yang harus kami lakukan ya, salah satunya kebutuhan air ini akan kita cukupi," ujar dia.

Setidaknya dari yang peninjauan yang dilakukan, sekitar 446 desa di beberapa wilayah di Jatim yang diperkirakan mengalami kekeringan tersebut. 

Di antaranya, di wilayah Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pasuruan dan yang lainnya.

Karenanya, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah - langkah lain untuk mengantisipasinya. 

Yakni, dengan bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

"Antisipasi yang disiapkan sudah banyak ya. Kita bekerjasama dengan BBWS Bengawan Solo untuk menyalurkan air bendungan ke daerah - daerah yang dekat," imbuh dia.

Lebih lanjut, ia menambahkan jika akan dicarikan sumber - sumber air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanggulangi permasalahan kekeringan tersebut. 

"Dari bantuan air ini nanti dari sumber airnya juga dari BBWS akan ada program yang airnya langsung bisa dikonsumsi," pungkas dia.


End of content

No more pages to load