Suasana dalam monitoring IPAL komunal di Kota Malang. (DPUPR)
Suasana dalam monitoring IPAL komunal di Kota Malang. (DPUPR)

Bidang Air Minuman dan Limbah (Amal) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang mengharapkan agar ada peningkatan kapasitas pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). 

Di Kota Malang sendiri, terdapat sekitar 98 IPAL. Namun dari jumlah tersebut, sebanyak 20 IPAL masih belum terdapat pengelolanya.

Karena itu, Yuni Lestari dari Bidang Amal DPUPR Kota Malang melakukan monitoring dan peningkatan kapasitas kinerja serta pelaporan pengelola IPAL komunal dengan mengumpulkan sejumlah perwakilan dari RW di lokasi 98 IPAL tersebut.

"Kami tanya apa kendalanya, apakah IPAL-nya rusak, apakah ada masalah lainnya sehingga nggak berjalan dan mangkrak. Makanya dalam monitoring ini, kami akan galakkan sekarang biar maksimal," beber Yuni.

Bidang Amal juga berharap ke depan IPAL berjalan dengan lancar serta diharapkan masyarakat merasa  memiliki dan ikut merawat IPAL. "Jangan merasa nggak butuh IPAL, nggak pakai IPAL nggak apa-apa. Tapi harus dipikirkan beberapa puluh tahun ke depan untuk anak cucu bagaimana kalau nggak ada IPAL," ucap Yuni.

Sebenarnya, dalam pengelolaan IPAL, memang sudah terdapat asosiasi pengelolaan seperti Hippam. Namun asosiasi tersebut saat ini sudah vakum karena tidak terurus. Karena itu, saat ini DPUPR mendorong masyarakat untuk bisa aktif dan melakukan pengelolaan IPAL dengan baik.

"Semua tergantung masyarakat. Ya disarankan masyarakat pengurus IPAL bisa membuat minimal paguyuban yang nantinya dilanjutkan untuk memiliki legalitas yang sah serta memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tanggapan (ADRT)," jelasnya

Dari situ,  Yuni menjelaskan, dengan adanya legalitas yang sah, maka hal tersebut bisa mempermudah pengelolaan IPAL untuk bisa mengajukan bantuan dari pemerintah.

"Dalam pengelolaan IPAL sendiri, tentunya masyarakat bisa dengan kreatif mengelola IPAL-nya. Misalkan ada kolam renang, ada kebun yang ditanami sayur dan lain-lain. Nanti bisa juga ada biaya sukarela yang ke sana. Ya sekadar untuk perawatan," pungkas dia.