Menteri Agama Drs H Lukman Hakim Saifuddin saat memberi sambutan di pembukaan PIONIR IX 2019 di UIN Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Menteri Agama Drs H Lukman Hakim Saifuddin saat memberi sambutan di pembukaan PIONIR IX 2019 di UIN Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Pembukaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) IX pada Senin malam (16 Juli 2019) di lapangan utama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang Kampus Satu berlangsung sangat meriah. Berbagai penampilan seni disajikan dalam grand opening kegiatan dua tahunan tersebut.

Penampilan-penampilan itu disajikan di atas panggung besar nan megah yang dilengkapi dengan lampu warna-warni, layar LED, serta dua layar di sisi kanan dan kiri. Speaker yang diberikan juga berkualitas tinggi membuat gaung pembukaan PIONIR 2019 semakin meriah.

Pembukaan PIONIR 2019 kali ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan para atlet perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia. Salah satu tokoh yang hadir jauh dari Jakarta demi menyaksikan pembukaan PIONIR di UIN Malang adalah Menteri Agama Drs H Lukman Hakim Saifuddin.

"Saya datang dari Jakarta demi jumpa mahasiswa mahasiswi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tercinta," ujarnya saat memberi sambutan.

Lukman Hakim pun menyatakan rasa syukurnya lantaran pada akhirnya berhasil hadir di UIN Malang dalam rangka mengikuti pembukaan PIONIR) IX.

Lukman bercerita bahwa ia sempat khawatir gagal berangkat ke Malang lantaran adanya rapat terbatas kabinet dengan Presiden Jokowi. "Sampai dengan sore tadi, saya cukup stres. Khawatir betul tidak bisa hadir malam hari ini di sini. Sampai pukul 3 sore tadi saya masih rapat terbatas dengan sejumlah anggota kabinet bersama Bapak Presiden. Sementara pesawat itu harus take off pukul 15.45," ungkapnya.

Sementara jarak dari Istana Merdeka di Jakarta menuju ke Bandara Soekarno-Hatta sekitar 30 menit. Jadi, ia sudah membayangkan betapa sulitnya mencapai bandara untuk mengejar pesawat.

Namun untungnya, pukul 15.02 Jokowi mengakhiri uraian dan pengarahannya secara tiba-tiba. Kemudian tanpa seizin Jokowi, Lukman meninggalkan rapat terbatas yang sebenarnya belum selesai.

"Saya berpikir kalau saya tidak hadir di sini, saya akan dimarahi seluruh mahasiswa mahasiswi PTKIN. Sementara kalau katakanlah Bapak Presiden tidak berkenan, mungkin hanya saya yang dimarahi," ucapnya dengan nada canda.

Meski begitu, Lukman meyakini betul Jokowi tidak akan marah meski ia meninggalkan rapat yang belum selesai. Sebab, yang akan ia jumpai adalah para mahasiswa dan mahasiswi.

"Saya tahu betul bahwa Beliau memiliki kecintaan yang luar biasa kepada generasi muda kita. Karena di tangan para pemuda-pemudilah para mahasiswa mahasiswi kita, bangsa dan negara ini kita titipkan untuk bisa lebih berkembang ke arah yang lebih baik, lebih berkualitas di masa-masa mendatang," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load