Desa Wisata Adat Ngadas di Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Desa Wisata Adat Ngadas di Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Jawa Timur kembali menunjukkan pesonanya di kancah nasional. Sebanyak tujuh destinasi wisata di wilayah yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu masuk menjadi nominasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019. Tiga di antaranya, berlokasi di Malang Raya.

"Tujuh destinasi wisata di Jawa Timur masuk dalam nominasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019. Nantinya, pemenang ISTA 2019 akan diikutkan pada ajang penghargaan serupa di tingkat ASEAN, yaitu ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA)," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui akun Instagram resminya. 

Destinasi tersebut yakni Wisata Grand Watu Dodol di Banyuwangi, Wisata Alam Watu Rumpuk dan Pendakian Tapak Bima di Madiun, juga Desa Wisata Kertoasri serta Kaliandra Sejati Resort di Pasuruan. Sementara dari Malang Raya, yakni Desa Wisata Adat Ngadas, Wisata Berbasis PKK Desa Waturejo, dan Desa Wisata Boonpring Sanankerto. 

Tujuh lokasi itu bakal bersaing dengan 30 lokasi wisata lain di Indonesia dalam ajang tahunan itu. "Masuknya tujuh destinasi wisata Jatim ini menunjukkan bahwa pariwisata di Jatim tidak kalah keren dan berkembang pesat seiring keikutsertaan masyarakat dalam pengembangan dan pengelolaan wisata secara berkelanjutan," tambah gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Dari laman Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, pendaftaran peserta ISTA telah dilaksanakan pada Maret-Mei 2019 lalu. Selama periode tersebut, tercatat ada 263 destinasi wisata di Indonesia yang didaftarkan. Setelah seleksi, ditetapkan sebanyak 37 destinasi wisata yang layak dan akan dinilai langsung oleh tim ISTA 2019. 

ISTA 2019 merupakan penghargaan dari Kemenpar untuk destinasi wisata yang telah menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga ISTA dan terbuka untuk seluruh pengelola destinasi pariwisata. Baik dari pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan, maupun masyarakat lokal.